Kapolresta Sidoarjo Ajak Mahasiswa Terlibat dalam Pemberantasan Narkoba dan Vape Getar

Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra bersama mahasiswa se-Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddinni.

Sidoarjo, VIVA Jatim-Peredaran narkoba di wilayah Sidoarjo menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya pemberantasan narkoba, termasuk jenis baru yang marak di kalangan anak muda.

img_title Lemari Es Bekas Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Kampung Nelayan Bluru Kidul Sidoarjo

Ajakan tersebut disampaikan dalam forum Sarasehan bersama perwakilan elemen mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar pada Senin, 19 Oktober 2025.

Kegiatan sarasehan ini merupakan wujud nyata dari program Polisi Bersama Masyarakat yang dicanangkan Kapolri dan Kapolda Jawa Timur. Tujuannya untuk membuka ruang dialog antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

img_title Polda Jatim Larang Anggota Polisi dan Pegawainya Pakai Vape

Di hadapan peserta sarasehan, Bobby menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.

Menurut perwira menengah Polri yang pernah menjabat sebagai Kapolres Jember itu, setiap masukan dan kritik dari mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi berharga bagi institusi kepolisian untuk berbenah menjadi lebih baik.

img_title Buron Tujuh Hari, Anggota Sindikat Curanmor Sidoarjo Diciduk di Gunungkidul

Fokus utama yang dibahas dalam sarasehan tersebut adalah ancaman narkoba dengan modus baru. Bobby secara khusus menyoroti munculnya etomidate dan penyalahgunaan vape yang dicampur zat terlarang atau yang dikenal dengan istilah vape getar.

Ia menilai, kedua jenis barang tersebut sangat berbahaya karena mudah beredar dan sasarannya adalah generasi muda yang belum memahami dampaknya.

"Kami menyatakan perang terhadap narkoba. Kami tidak ingin ada peredaran etomidate maupun vape getar di wilayah Sidoarjo. Siapa pun bandar dan pengedarnya akan kami tindak tegas," tegas Bobby di hadapan mahasiswa.

Selain perang terhadap narkoba, forum sarasehan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan antara Polresta Sidoarjo dengan kalangan akademisi.

Pada kesempatan itu, Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya peredaran narkoba atau tindak kejahatan lainnya di lingkungannya.

Ia memastikan, layanan pengaduan melalui call center 110 aktif selama 24 jam dan akan langsung terhubung ke Polresta maupun Polsek jajaran untuk segera ditindaklanjuti.

"Masyarakat bisa menghubungi layanan 110 jika melihat tindak kriminal atau membutuhkan bantuan polisi. Laporan akan langsung kami respons cepat," pungkasnya.