Tanah Longsor di Jember dan Banyuwangi, Sejumlah Perjalanan Kereta Api Alami Keterlambatan

Ilustrasi Rel Kereta.
Sumber :
  • AI

Surabaya, VIVA Jatim-Perjalanan sejumlah kereta api mengalami keterlambatan dampak dari tanah longsor yang menutupi jalur rel kereta di petak Merawan-Kalibaru dan Sempolan-Ledokombo, Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Senin, 2 November 2026. Setidaknya ada enam perjalanan KA jarak jauh dan lokal mengalami keterlambatan cukup signifikan.

img_title Maulid Nabi Muhammad SAW, 36.755 Pelanggan Naik Kereta Api Daop 8 Surabaya

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Ferdian Suryo Adhi Pramono, mengungkapkan, kereta api yang mengalami keterlambatan di antaranya KA Wijayakusuma dan KA Ijen Express hingga 2 jam.

Kemudian KA Mutiara Timur 1,5 jam, serta KA Tawangalun dan KA Logawa yang tertahan hingga di atas 4 jam.

img_title KAI Daop 8 akan Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta

Selain itu juga KA Pandanwangi, Probowangi, dan Mutiara Timur jalurnya disesuaikan hanya sampai Stasiun Jember. Sementara KA Tawangalun dan Logawa sempat tertahan di Kalibaru, serta Sri Tanjung di Glenmore. Perjalanan KA Pandanwangi arah Banyuwangi juga sempat dibatalkan.

"Tapi ini sebenarnya sudah bisa dilewati,, Merawan-Kalibaru sudah bisa dilewati dengan kecepatan terbatas 20 km/jam," ujarnya saat dikonfirmasi.

img_title Aksi Cepat Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur Kertosono Nganjuk

Ferdian menambahkan material longsor sudah diatasi hingga jalur kereta bisa dilalui secara bertahap.

Ferdian juga mengungkapkan bahwa PT KAI telah mengalihkan penumpang KA Tawangalun dan Logawa yang mengalami keterlambatan menggunakan bus untuk kemudian didrop ke stasiun Kalisat. Ini dilakukan sebagai upaya penanganan keadaan darurat.

Ferdian menegaskan KAI akan memastikan jalur benar-benar aman dilewati kereta demi keselamatan. Karena itu, katanya, koordinasi masih terus dilakukan.

"Yang penting ini kan poin pertama yang penting kan keselamatan dulu. Jadi kami mau memastikan untuk jalur itu aman dulu buat dilewati. Kemudian mitigasi-mitigasi susulan di tempat-tempat yang memang-memang kami sudah petakan daerah rawan itu kami sudah menyiapkan beberapa opsi-opsi untuk preventif ya untuk kejadian-kejadian seperti ini," jelasnya.