Ingin Punya Umur Panjang? Ikuti 8 Kebiasaan Ini

Ilustrasi gaya hidup sehat
Sumber :
  • viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim –Sebuah studi baru yang melibatkan lebih dari 700.000 veteran Amerika Serikat melaporkan bahwa orang yang menerapkan 8 kebiasaan gaya hidup sehat pada usia paruh baya, diharapkan bisa hidup jauh lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki sedikit atau tidak sama sekali dari kebiasaan tersebut.

img_title SedulurRun 2026 Jadi Ajang Charity Fun Run untuk Dukung Pendidikan di Jawa Timur

Dilansir dari VIVA, Kedelapan kebiasaan sehat itu adalah aktif secara fisik, terbebas dari kecanduan opioid, tidak merokok, mengelola stres, menjaga pola makan dengan baik, tidak rutin minum minuman keras, menjaga kebersihan tidur, dan menjalin hubungan sosial yang positif.

Menurut studi, pria yang memiliki delapan kebiasaan pada usia 40 tahun diperkirakan hidup rata-rata 24 tahun lebih lama daripada pria yang tidak memiliki kebiasaan ini.

img_title Dari Jakarta hingga Surabaya, Heineken Tutup Rangkaian MasterGlass dengan Pengalaman Afterwork yang Berbeda

Sementara bagi wanita, memiliki delapan faktor gaya hidup sehat di usia paruh baya dikaitkan dengan perkiraan hidup lebih lama hingga 21 tahun dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki kebiasaan ini. 

“Kami benar-benar terkejut dengan betapa banyak yang dapat diperoleh dengan mengadopsi satu, dua, tiga, atau delapan faktor gaya hidup,” kata Xuan-Mai T. Nguyen, spesialis ilmu kesehatan di Departemen Urusan Veteran dan mahasiswa kedokteran di Carle Illinois College of Medicine.

img_title SHFRun 2026, Upaya RS Kemenkes Surabaya Membudayakan Olahraga

Temuan penelitian menunjukkan bahwa menerapkan gaya hidup sehat penting untuk kesehatan masyarakat dan kesehatan pribadi. Jadi meskipun hanya membuat perubahan kecil di usia 40-an, 50-an, atau 60-an, itu tetap bermanfaat. 

Untuk penelitian ini, para ilmuwan menggunakan data dari rekam medis dan kuesioner yang dikumpulkan antara 2011-2019 dari 719.147 orang yang terdaftar dalam Veterans Affairs Million Veteran Program, sebuah studi besar yang mewakili para veteran AS secara nasional.

Analisis tersebut mencakup data dari orang dewasa berusia 40-99 tahun dan mencakup 33.375 kematian selama masa tindak lanjut.

Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang rendah, penggunaan opioid, dan merokok memiliki dampak terbesar pada umur. Faktor-faktor ini dikaitkan dengan risiko kematian sekitar 30-45 persen lebih tinggi selama masa studi.

Stres, pesta minuman keras, pola makan yang buruk, dan kebersihan tidur yang buruk masing-masing dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 20 persen dan kurangnya hubungan sosial yang positif dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 5 persen.

Halaman Selanjutnya
img_title