Andi Pangerang Divonis 1 Tahun Bui, Muhammadiyah Jombang: Terlalu Rendah

Sidang pembacaan vonis PN Jombang
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Jombang, VIVA Jatim – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang menjatuhkan vonis 1 tahun penjara terhadap Eks peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin (30). Hakim menilai ia terbukti melakukan ujaran kebencian berupa ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah.

img_title Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas Tantangan Umat, dari Lansia hingga Ruang Digital

Selain pidana penjara, Andi juga dijatuhi denda Rp 10 juta. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU dari Kejaksaan Negeri Jombang yang menginginkan Andi dihukum 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Abdul Wahid menilai, vonis hakim masih terlalu rendah. Sebab, perbuatan yabg dilakukan Andi meresahkan seluruh warga Muhammadiyah. Bahkan telah menjadi isu nasional.

img_title Muhammadiyah Hormati Putusan MK Terkait Ijazah Wapres Gibran

"Kalau kami terlalu rendah, karena ini isu nasional, bukan lokalitas," katanya kepada wartawan usai melihat sidang vonis terhadap Andi Pangerang di PN Jombang, Selasa, 19 September 2023.

Ia menjelaskan, ada dua hal telah diperbuat oleh Andi. Yakni, ujaran kebencian di media sosial dan ancaman pembunuhan terhadap warga Muhamaddiyah. " Ini yang seharusnya menjadi pertimbangan majelis hakim," ujar Wahid.

img_title Logo Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah Resmi Diluncurkan, Ini Makna Filosofinya

Atas vonis tersebut, JPU menyatakan akan pikir-pikir untuk upaya banding. Wahid pun mengaku mendukung dan mengawal proses banding jaksa.

"Kami berharap keadilan harus ditegakkan. Hasil vonis ini akan kami laporkan ke pengurus wilayah dan pusat," pungkas Wahid.

Sidang pembacaan vonis digelar pada Selasa, 19 September 2023. Mejelis hakim dipimpin oleh Bambang Setyawan. Andi mengikuti sidang aecara daring di Lapas Kelas IIB Jombang. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Paenasihat Hukum Andi hadir di ruang sidang langsug.

Dalam amar putusannya, Bambang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan ujaran kebencian melalui sosial media.

Andi melanggar pasal pasal 45A ayat (2) junto pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebanyak Rp10 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak bisa membayar denda tersebut maka terdakwa bisa menggantinya dengan pidana kurungan selama 1 bulan," kata Bambang saat membacakan putusan.

Halaman Selanjutnya
img_title