Geger! Dua Desa di Trenggalek Saling Klaim Pantai Blado
Jatim – Video viral berdurasi 12 detik memperlihatkan puluhan kendaraan konvoi memenuhi jalan raya beredar di media sosial. Diduga, aksi puluhan warga tersebut menuntut penyelesaian klaim Pantai Blado yang berada di antara Desa Masaran dan Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
Hingga Rabu, 31 Agustus 2022, malam, video yang diunggah oleh akun @ilovetrenggalek sudah dilihat puluhan ribu pengguna Instagram.
"Jadi menurut mas @icukjancuk wilayah Pantai Blado sisi timur telah diklaim oleh Kepala Desa Munjungan. Padahal menurut masyarakat Desa Masaran wilayah tersebut masuk dalam peta wilayah Desa Masaran," tulis pengunggah dalam postingan tersebut.
Masyarakat Desa Masaran yang tidak terima dengan argumen tersebut, akhirnya berbondong-bondong menuju kantor Kecamatan Munjungan untuk menyampaikan aspirasi.
Tidak sedikit netizen yang ikut mengomentari video. Mencoba mendinginkan suasana agar tidak memperkeruh permasalahan yang terjadi karena sesama menjaga persaudaraan.
"Sami dulure sak Galek sak Munjungan dulur kabeh. Uenak ayem tentrem.. Yukk damai dulur (Semua saudara satu Trenggalek satu Munjungan. Enak tenang tentram, yuk damai saudara)," tulis akun @abdian.asgi80.
Lain halnya @arhie.stys memberikan tanggapan dingin supaya tetap tenang. Karena dengan konvoi yang memenuhi jalan raya, otomatis mengganggu pengguna jalan lalu lalang.
"Mbok yo rasah rame rame di omongne sing apik wae, ben gak nganggu pengguna jalan liyane (Seharusnya tidak ramai-ramai. Dibicarakan dengan baik, supaya tidak mengganggu oengguna jalan lainnya," tulisnya.
Kapolsek Munjungan AKP Budi Hartoyo membenarkan kejadian seperti tergambar di video yang viral tersebut. Dia menuturkan, pada pukul 19.00 WIB sekira 500 warga Desa Masaran mendatangi kantor Kecamatan Munjungan untuk memberikan petisi kepada Camat Munjungan. Meskipun dilakukan dengan melakukan konvoi, dia mengatakan tidak ada kontak fisik maupun tindakan anarkistis.
"Ada nama Pantai Blado itu masuk kawasan Perhutani. Kemudian pantai tersebut diklaim oleh kedua desa, yaitu Desa Masaran dan Desa Munjungan. Kalau permasalahan belum selesai, tapi warga kondusif. Kalau orang sana, ya itu, gruduk-gruduk, selesai kondusif," kata AKP Budi Hartoyo dikonfirmasi Viva Jatim.
Laporan: Madchan Jazuli