Puluhan Masyarakat Desa di Trenggalek Antusias Ikuti Pelatihan Literasi Digital
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Trenggalek, VIVA Jatim –Puluhan masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan literasi digital yang digagas oleh Ruang Komunitas Desa Digital (RKDD) di Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Trenggalek.
Dalam pelatihan yang bertema 'Kecakapan dalam Pemanfaatan Media Digital dengan Bijak' tersebut, peserta mendapatkan materi literasi hingga keamanan digital.
Duta Digital Desa Cerdas Desa Karanganom Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Trenggalek, Rahmad Syaifudin mengatakan bahwa Literasi Digital sendiri merupakan salah satu kegiatan yang wajib atau kegiatan yang sifatnya harus dilaukan oleh masing-masing lokus desa cerdas.
"Tujuannya Literasi Digital karena banyak fenomena-fenomena yang harus mengubah pola pikir dan pola hidup dan cara istilahnya bermuamalah kita," ujar Rahmad Syaifudin di Balai Desa Karanganom, Senin, 11 Desember 2023.
Menurut Syaifudin, perkembangan teknologi membuat masyarakat desa harus jeli dan dengan adanya perkembangan teknologi. Atau istilah akademisi memasuki disrupsi, terjadi perubahan segala macam perubahan aspek kehidupan banyaknya inovasi dan perkebangan teknologi.
Oleh sebab itu, Alumnus Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) ini dalam literasi digital juga mensosialisasikan pilar-pilar dari Kementerian Informasi dan Informatika 4 pilar. Yaitu mulai budaya digital, bagaimana membudayakan digital dalam kehidupa kota. Skill digital, bagaimana melatih kemampuan beradaptasi menambah ilmu terhadap digitalisasi
"Ketiga adanya etika digital, disini remnya. Mungkin etika digital ini kalau di Indonesia yang menjadi remnya adalah Undang-undang ITE Informasi dan Transaksi Elektronik," terangnya.
Alumnus Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung ini menambahkan sebenarnya dari UU ITE bukan berbahaya. Karena Undang-undang tersebut hanya pagar, tapi yang berpeluang ada pasal-pasal karet. Terutama delik aduan seperti pencemaran nama baik dan lain-lain.
"Misalnya kalau di desa tidak mendapat BLT lantas menulis unggahan di sosmed menjelek-jelekan perangkat, kades. Kasus ini bisa dilaporkan bisa diproses hukum. Ini perlu hati-hati bagi masyarakat," bebernya.
Yang terakhir, pria berkacamata ini melanjutkan keamanan digital juga perlu menjadi atensi hingga pencurian data dan lain-lain. Disisi lain, dunia digital menurut yang ia ikuti beberapa waktu lalu di Surabaya, digitalisasi memang kondisi zaman seperti ini tidak mampu beradaptasi akan tersingkir.