Soal Informasi, Emil Dardak Berharap Tak Hanya Terbuka tapi Kemudahan

Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak
Sumber :
  • IST/Viva Jatim

"Jadi, dengan adanya transparansi berbasis teknologi, meningkatkan akuntabilitas kita, serta mendukung terwujudnya Nawa Bakti Satya, Jatim Amanah," jelasnya.

img_title Kios Kosong Marak, DPRD Jatim Minta Pola Revitalisasi Pasar Dievaluasi

Emil juga mengapresiasi kerja keras Kominfo yang telah memberikan banyak perubahan melalui sentuhan digitalisasinya, yang kemudian mempermudah masyarakat untuk mengakses data. "Termasuk mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik," ujarnya.

Baca juga: Tepis Komunikasinya Buruk, Emil Dardak Tantang Hasto Duduk Bareng

img_title Pemprov Jatim Luncurkan Logo Hari Jadi ke-81 di Jatim Fest 2026

Lebih lanjut, Emil menyinggung ketiga panelis yang tidak sekadar memberikan masukan mengenai keterbukaan informasi publik, tapi juga mengajak pemerintah untuk melibatkan masyarakat, serta mengukur dampaknya.

Komputer Bicara

img_title Oktober-November 2026, Ada Program Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jatim, Ini Caranya

Menurut Emil, Provinsi Jatim melalui Kominfo, telah melibatkan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, melalui aplikasi bernama "Komputer Bicara".

Aplikasi ini dibuat sesuai amanat peraturan komisi informatika Nomor 1 Tahun 2021, tentang standar layanan informasi publik, dan Pemprov Jatim mengakomodir aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna netra, melalui aplikasi Komputer Bicara.

"Fitur ini dapat mengeluarkan suara atau membaca sesuai dengan menu yang di klik oleh teman-teman disabilitas," ujarnya.

Sementara Kepala Sekretariat CSO-OGP Indonesia, Darwanto memberi apresiasi mengenai aplikasi Komputer Bicara yang diterapkan Provinsi Jatim.

Menurut Darwanto, ini langkah konkret yang bisa memberi dampak positif seperti yang diharapkan uji publik keterbukaan informasi, yakni memberi output sekaligus outcome bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

"Meskipun masih dibantu oleh petugas, setidaknya aplikasi ini langsung berdampak kepada penyandang disabilitas. Ke depan, saya berharap teman-teman disabilitas sudah bisa mengoperasikan sendiri. Semoga terobosan ini bisa dijadikan contoh atau pilot project bagi provinsi lainnya," harap Darwanto.

Terobosan Pemprov Jatim melalui aplikasi Komputer Bicara ini, juga direspons Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, yang mengaku akan mencontohnya, yang secara khusus diperuntukkan bagi kaum disabilitas.

"Aplikasi yang dibuat Jatim sangat bagus dan itu menjadi referensi buat Provinsi Riau. Insyaallah akan kita jadikan percontohan bagi masyarakat di Riau," kata Syamsuar.

Masih di acara sama, Komisioner KIP, Gede Narayana menambahkan, pertemuan ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi masing-masing provinsi mengenai informasi publik.

Halaman Selanjutnya
img_title