Prabowo Subianto Dinobatkan Jadi Sahabat Santri, Gus Sadad Bapak Madin Jatim
- Viva Jatim/Nur Faishal
Lumajang, VIVA Jatim – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kian dekat dan akrab dengan para kiai dan kaum santri di Jawa Timur. Buktinya, ia dinobatkan sebagai Sahabat Santri. Tak hanya dia, anak buahnya pun juga makin rekat dengan kaum sarungan. Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, misalnya.
Gara-gara kedekatan dengan lingkungan dan masyarakat pesantren, Gus Sadad, sapaan akrab Anwar Sadad, didaulat sebagai Bapak Madin Jatim. Madin adalah akronim madrasah diniyah. Sematan kehormatan itu diberikan kepada Gus Sadad saat dirinya menghadiri deklarasi dukungan para kepala dan guru madin untuk Prabowo-Gibran di Rumah Makan Pondok Asri, Kabupaten Lumajang, Kamis kemarin.
Acara itu diprakarsai oleh Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Krai, Yosowilangun, Lora H Dimas Adzim Affan. Adapun deklarasi dipimpin oleh Ustaz Tarwiyanto. Sedangkan sambutan disampaikan oleh KH Ihsan dari Pondok Pesantren Darul Ihsan, Kunir.
Di sela-sela itu, dari atas panggung Lora Adzim kemudian menyampaikan bahwa Gus Sadad pantas didaulat menjadi Bapak Madin Jatim. Ia lalu meminta persetujuan secara langsung kepada hadirin. "Apakah setuju Bapak Anwar Sadad kita jadikan sebagai Bapak Madin kita?," katanya.
"Setuju," teriak hadirin secara serentak.
Wajar Gus Sadad memperoleh gelar kehormatan Bapak Madin Jatim. Sebab, sejak kecil ia sudah mengenyam pendidikan di madrasah diniyah di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Di sana juga ia pernah mengajar di madrasah diniyah, sebelum akhirnya memutuskan berjuang melalui dunia politik.
Karena itu, hadir di acara yang dihadiri para kepala dan guru-guru madrasah diniyah, Gus Sadad mengaku merasa seperti pulang ke rumah sendiri. "Kenapa? Karena saya merasa proses yang saya jalani selama ini, yang mengantarkan pada posisi politik sampai hari ini, tidak lain dan tidak bukan itu karena pendidikan yang saya jalani di madrasah diniyah di Pondok Pesantren Sidogiri," katanya.
Karena itu, bagi anggota keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri Itu, sematan kehormatan sebagai Bapak Madin Jatim menjadi sebuah penyemangat dan motivasi untuk memenangkan Prabowo-Gibran dan spirit untuk memperjuangkan madrasah diniyah agar lebih maju dan bermanfaat ke depan. "Itu menjadi PR besar bagi kami. Ini menjadi penyemangat dan spirit," ujar Gus Sadad.
Menurut Doktor Ilmu Politik Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu, madrasah diniyah yang kebanyakan tersebar di desa-desa adalah lembaga pendidikan paling dekat bersentuhan dengan masyarakat. Para pengelolanya, kiai, kepala dan guru-guru madrasah adalah pihak yang paling sering melayani masyarakat secara langsung.
"Sebenarnya, ujung tombak perjuangan Islam Ahlussunah wal Jamaah adalah para kepala dan guru madin di desa-desa,” tandas Gus Sadad.