Nasib Mantan
- Viva.co.id
Surabaya, VIVA Jatim – Ada kedai mini makanan ringan dan minuman di sebuah desa yang menggunakan nama mantan. Pengunjungnya ramai. Dikerumuni anak-anak sekolah. Ibu-ibu muda juga suka mampir saat jalan-jalan sore atau malam.
Kedai itu menjual makanan ringan yang harganya juga ringan di dompet. Pun minumannya. Anak usia SD juga pelanggan kedai itu, mungkin karena semuanya serba ringan. Keuntungan di penjual mungkin juga ringan. Tapi itu per bijinya yang bila dikumpulkan berat dan besar juga.
Tapi bukan hanya soal menu dan harganya yang serba ringan yang membuat kedai mini itu ramai pengunjung. Salah satu pemantiknya ialah penjaganya yang berstatus mantan.
Ya, ia mantan siswa di sekolah para pelanggannya. Penjaga dan pembeli terikat emosi yang sama: sekolah mereka. Bisa jadi di sela-sela sua singkat saat jual beli terjadi, mereka mengobrol tentang mantan si penjual dan mantan si pembeli.
Bukankah cerita mantan memang asyik dibuat tema obrolan?
Tapi kenangan mantan yang asyik dibuat obrolan adalah mantan di dunia percintaan. Di urusan lain bisa jadi beda. Bisa jadi bahkan bikin sedih karena itu ogah dijadikan bahan cerita dan obrolan.
Contohnya mantan pejabat. Apalagi pejabat yang kasus korupsinya dijadikan bahan obrolan oleh masyarakat semasa masih menjabat. Apalagi-apalagi mantan pejabat yang mulai dipanggil aparat penegak hukum soal perbuatan lancungnya ketika punya posisi. Lebih apalagi mantan pejabat yang sudah jadi pesakitan karena korupsi.
Cerita mantan ada menariknya tapi juga ada sedihnya. Yang sedih-sedih, ya, cerita pejabat koruptif tadi. Tak usah jauh-jauh mencari contoh. Di Jawa Timur banyak mantan pejabat yang sudah jadi pesakitan.
Ada dua mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang kini jadi pesakitan karena korupsi DAK dan belanja hibah. Keduanya terjerat setelah pensiun. Setelah jadi mantan. Ada mantan anggota DPRD yang kini berurusan dengan KPK karena dugaan korupsi hibah.
Ingat mantan yang bernasib seperti itu jadi eling ucapan Mahfud MD. Pria berdarah Madura itu terkenal berani dan ceplas-ceplos kendati punya banyak status mantan: mantan Ketua MK, mantan Menkopolhukam, mantan nyaris jadi calon wakil presiden, dan mantan-mantan lainnya.
Video ucapan Mahfud itu viral, dibagikan dan dikomentari banyak akun, termasuk presenter ternama Aiman Witjaksono. Di video itu, Mahfud mengingatkan, "Hati-hati, saya bilang kepada menteri-menteri, Anda aman sekarang [tapi] tunggu nanti. Alam akan mengatur bahwa Anda akan menerima akibat itu."
Mahfud kemudian mencontohkan beberapa pejabat yang saat menjabat dekat dengan petinggi kekuasaan. Tapi begitu patron penguasanya berhenti menjabat, kata Mahfud, "Enggak ada cantolan, masuk penjara dia."
"Oleh sebab itu, Saudara, jangan menggantungkan pada satu rezim untuk menyelamatkan diri dengan cara kotor. Akan ada saatnya Anda terpojok. Pun rezim yang kongkalikong itu, akan ada saatnya saling benturan sendiri di antara Anda," kata Mahfud.
Ia seakan menyindir mereka yang menjabat posisi tertentu dan memanfaatkan posisi itu untuk kepentingan pribadi, atau mungkin berniat untuk melakukan perbuatan lancung. Merasa bahwa posisi itu akan abadi ditempati, padahal tidak.
Kalimat penyusul yang paling penting lalu dilontarkan Mahfud: Oleh karena itu baik-baiklah mengurus negara ini.