Ada Ucapan yang Bisa Bikin Trauma Anak Seumur Hidup, Ini Penjelasan Ahli

Praktisi neuroparenting, dr. Aisah Dahlan
Sumber :
  • viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim –Sebagai orangtua pernahkah Anda mengucap kalimat-kalimat yang tanpa disadari menyakiti hati anak? Hati-hati, karena kata-kata tersebut bisa membekas di hati anak dan menyebabkannya trauma di masa depan. Temasuk saat memarahi anak-anak.

Praktisi neuroparenting, dr. Aisah Dahlan mengungkap, pesan yang disampaikan orangtua akan terserap dan dikirimkan ke dalam sistem susunan saraf otak pusat.

“Otak manusia ini ada panca indra, ada mata, hidung, dan segala macam. Dari batang otak jalan lewat sistem saraf dan ke badan. Sistem saraf ini cara kerjanya seperti kabel listrik dan kabel telepon. Kalau telinga ada orang bilang angkat tangan ini karena pesannya jalan (dia) angkat tangan,” kata dia dikutip dari potongan video yang diunggah di akun TikTok @UNGKAPIN. 

“Kalau komunikasi kita sama anak karena dia sistem sarafnya selalu bawa pesan apa yang didengar, apa yang dilihat, apa yang dirasakan, apa yang dipikirkan,” sambung dr. Aisah Dahlan.

Lebih lanjut diungkap Aisah Dahlan, ketika ibu marah melihat anaknya bermain ponsel atau gadget, amarah yang diluapkan ibu akan terserap dan tanpa disadari di bawah alam sadar anak akan tertanam di memori saraf mereka dan membuatnya melakukan apa yang diucapkan orangtua di kemudian hari.  

“Kalau ibu-ibu marah sama anaknya, pegang HP terus atau pegang gadget terus ibu suka marah ‘main terus main terus’ itu kan denger, itu akan main terus. Atau dibilang gini ‘kamu disuruh belajar susah banget’ karena dibilang itu, itu sistem saraf membawa pesan yang dia dengar kalimatnya sama. ‘Kalau kamu belajar susah banget’, akhirnya anak itu akan susah belajar,” ungkapnya.

“Kalau bawa gelas jatuh terus ibunya bilang ‘eh kamu nakal banget sih masa gitu aja bodoh banget’. Itu masuk ke otaknya dan akan jalan ke sistem saraf ‘kamu bodoh, kamu bodoh, kamu bodoh’,” sambungnya.