Mufti Agung Mesir Ungkap Amalan Ringan Berpahala Besar di Bulan Ramadan

Ilustrasi berdoa
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Umat Islam di seluruh dunia menjadikan Bulan Suci Ramadan sebagai momen berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada banyak perbuatan positif yang dilakukan guna meraih pahala dan keberkahan saat berpuasa Ramadan. Tentu dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

img_title Berkah di Penghujung Ramadan, DPL Beri Ribuan Bingkisan Lebaran ke Warga

Beberapa amalan positif yang seringkali dilakukan adalah amaliyah keagamaan seperti rutin membaca Alquran, salat tahajud, dan lain sebagainya. Kemudian amaliyah sosial, seperti bersedekah, menyantuni yatim dhuafa dan yang lain.

Namun demikian, tidak sedikit orang yang justru kesulitan melakukan beberapa amalan seperti disebutkan di atas. Tentu dengan berbagai alasan dan keterbatasan. Seperti didesak oleh pekerjaan, dituntut kebutuhan ekonomi dan berbagai persoalan kehidupan lain.

img_title Ponpes Wali Barokah Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Takjil kepada Warga Kota Kediri

Untuk itu, Mufti Agung Mesir, Syeikh Ali Jum'ah memberikan satu amalan sederhana nan mudah tetapi mengandung pahala yang besarsaat dilakukan di bulan Ramadan. Apa itu? Berikut penjelasannya dikutip dari VIVA, Selasa, 19 Maret 2024.

Amalan tersebut disampaikan Syaikh Ali Jum’ah saat menjawab sebuah pertanyaan seorang pria. Pria tersebut sedih karena setelah memiliki anak, ia tidak lagi dapat melakukan ibadah sunnah yang dia lakukan setiap Ramadhan dan hanya dapat melakukan ibadah wajib.

img_title Penghujung Ramadan, Panji Bangsa Santuni Anak Yatim Piatu di DPP PKB

Menurut Syaikh Ali Jum’ah, mendidik anak juga merupakan ibadah dan berpahala besar. Lantas amalan apa yang secara khusus dapat dilakukan saat berpuasa? Menurut Syaikh Ali Jum'ah, itu adalah dzikir.

“Allah telah mengajarkan kita dzikir. Dan mengajarkan kita sepuluh kalimat baik yang perlu kita perbanyak,” kata Syaikh Ali Jum'ah.

Kalimat atau dzikir tersebut adalah “Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Laa Haula wala Quwata ilaa billah.”

Kelima kalimat ini merupakan al-bâqiyat ash-shâlihât yang disebutkan dalam Surat Al-Kahfi ayat ke-46.

Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh (al-bâqiyat ash-shâlihât) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Selain itu, Syaikh Ali Jumah juga menyebut ada 2 kalimat yang ringan di lisan (diucapkan) namun berpahala besar yakni “Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adzim.”

Halaman Selanjutnya
img_title