Erupsi Semeru, Baca Doa Ini untuk Perlindungan Diri 

Warga Lumajang menuju ke lokasi pengungsian
Sumber :
  • BPBD Lumajang

Jatim – Erupsi yang disertai awan panas gugusan (APG) diembuskan dari puncak Gunung Semeru pada Minggu, 4 Desember 2022 kemarin. Kejadian tersebut mengulang peristiwa pilu tahun lalu dimana situasi mencekam dialami warga Lumajang, terutama warga di daerah terdampak di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Saat ini bencana alam itu kembali terjadi meski rasa trauma dan takut masih belum sepenuhnya hilang dari hati dan pikiran warga. 

Pemkot Surabaya Gandeng Kampus NU Unusa Kelola Bozem dan Taman di Tenggilis

Rasa trauma diakibatkan karena muntahan awan panas itu banyak merenggut korban jiwa. Betapa tidak ada musibah yang lebih menyakitkan bila harus berpisah dengan keluarga tercinta, baik anak, istri-suami, orangtua yang sudah tak berdaya dan saudara maupun kolega akibat tertimbun reruntuhan pohon dan abu vulkanik. Kesemuanya itu menjadi sejarah kelam nan mencekam yang pernah dialami warga Lumajang yang harus merelakan kepergian keluarga maupun harta. 

Bencana alam adalah keniscayaan bagi Indonesia sebagai negara yang secara letak geografis merupakan tempat bertemunya banyak lempeng tektonik. Sehingga mudah memicu terjadinya bencana yang disebabkan faktor alamiah. Namun tak sedikit pula bencana alam terjadi akibat ulah tangan manusia yang tidak bisa menjaga dan melestarikan alam dengan baik. 

15 Ribu Porsi Makanan Disuguhkan Pemkab Kediri di Nglencer Ning Pendopo

Bila ditimpa musibah, khususnya bencana alam, Islam mengajarkan untuk senantiasa berikhtiar atau berupaya menyelamatkan diri, seraya berpasrah kepada apa yang menjadi pilihan terbaik Tuhan Yang Maha Kuasa. Ikhtiar dan pasrah terhadap jalan yang ditentukan Tuhan mungkin tak semudah yang dipikirkan banyak orang. Apalagi menyangkutan keselamatan diri dan keluarga tercinta. 

Saat terjadi musibah berupa erupsi gunung hendaknya memohon perlindungan diri dari segala macam bahaya dan ancaman dari keganasan abu vulkanik. Untuk itu amalkan doa berikut sebagaimana dilansir dai laman resmi NU Online, sebagai bentuk ikhtiar dan kepasrahan kepada Allah SWT. Doa ini dirangkum dari kitab Al-Adzkar karya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi.

Polri Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Bintara, di Polda Jatim 3 Orang

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْت وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa ‘aûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan 

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat. (HR Abu Daud).

Doa tersebut secara umum memohon perlindungan dari segala situasi yang membahayakan diri kala bencana gunung erupsi melanda. Seraya meminta bilamana ditakdirkan meninggal akibat peristiwa itu agar tetap membawa iman dan Islam serta husnul khatimah. 

Selain doa itu, hendaknya juga mengamalkan doa yang bisa dibaca setiap hari dengan rutin. 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأرْضِ وَلا في السَّماءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيم 

Bismillâhil ladzî lâ yadlurru ma‘asmihi syaiun fil ardli wa lâ fis samâ-I wa huwas samî‘ul alîm 

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu di bumi dan di langit tak dapat memberikan mudarat (bahaya). Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Pengetahui."

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa barangsiapa yang membaca doa tersebut setiap pagi dan malam sebanyak tiga kali maka ia akan terbebas dari bahaya apapun. Karena itulah doa ini juga menjadi salah satu ikhtiar dalam melindungi diri dari segala macam bahaya, termasuk bahaya yang mengancam kala awan panas gugusan gunung berapi mengembus ke seantero pemukiman warga.