Kijang Kotak Menolak Tergeletak
- Nur Faishal/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Mobil tua kian diminati banyak orang. Salah satunya Kijang Kotak. Kini, di jalanan begitu mudah dijumpai mobil produksi Toyota itu. Tak hanya di jalur pendek, bahkan di jalan raya lintas provinsi mobil yang mulai dipasarkan sejak tahun 1970-an itu banyak terlihat, berbaur dengan kendaraan-kendaraan model baru.
Disebut Kijang Kotak karena bentuknya yang kotak-kotak. Sudut-sudut kerangkanya tak melengkung halus seperti mobil-mobil kekinian. Sedikit orang bahkan menyebut mobil moyang dari generasi Innova itu dengan kardus. Ya, karena kotak-kotaknya itu seperti kardus.
Tapi biar pun mirip kardus, makin lama Kijang Kotak makin digemari. Ada beberapa alasan kenapa begitu. Pertama, harganya terjangkau. Kisaran belasan juta hingga 50-an juta rupiah. Tergantung kondisi dan tipenya. Kedua, mesinnya bandel. Bila terawat, Kijang Kotak bisa dibuat melanglang buana keliling Indonesia.
Ketiga, perawatannya mudah dan spare partnya tak langka. Keempat, hobi. Alasan kesenangan ini biasanya bagi mereka yang berduit. Karena itu, biasanya mereka memodifikasi Kijang Kotak mereka sedemikian rupa, dari ceper hingga bergaya jip. Pun demikian interiornya, kadang dipola seperti mobil kekinian yang mewah.
Citra Kijang Kotak yang naik daun memantik banyak penggemarnya membuat komunitas. Ada macam-macam komunitas Kijang Kotak berdiri di negeri ini. Dari yang berbasis lokal hingga yang terstruktur secara nasional. Salah satunya ialah Toyota Kijang Super Community Indonesia (TKSCI).
Kijang Kotak yang sudah dimodifikasi.
- Nur Faishal/Viva Jatim
Kijang Kotak adalah generasi pertama Kijang di Indonesia. Astraotoshop.com dalam artikelnya berjudul Toyota Kijang: Evolusi Mobil dari Generasi ke Generasi (21 Mei 2025) mengulas, nama Kijang adalah akronim dari Kerjasama Indonesia-Jepang. Kijang adalah buah inisiasi dari upaya pemerintah Indonesia yang ingin menghadirkan solusi transportasi lokal yang terjangkau, sederhana, dan fungsional.
Maka kemudian digandenglah produsen mobil Toyota dari Jepang. Mulanya, Toyota menghadirkan Kijang pertamanya sebagai kendaraan niaga berjenis pikap. Namanya Kijang Buaya, mulai dipasarkan pada tahun 1977. Disebut buaya karena bagian moncong dan kapnya yang didesain membuka ke samping seperti buaya.
Kijang Buaya mewarnai pasar otomotif Indonesia hingga 1981. Selanjutnya, Toyota mengenalkan generasi penerus bernama Kijang Doyok, yang dipasarkan dari 1981 hingga 1986. Kali ini Toyota mengembangkannya sebagai mobil penumpang keluarga, bukan murni kendaraan niaga. Bentuk bodinya kotak kaku dan desainnya sederhana.