Kijang Kotak Menolak Tergeletak
- Nur Faishal/Viva Jatim
Hadir dalam beberapa varian, Toyota menambahkan beberapa fitur sederhana pada Kijang Doyok, seperti kaca geser dan lainnya. Kendati belum mengesankan kemewahan, tapi yang membuat banyak orang saat itu berminat pada Kijang Doyok ialah karena keandalan mesin, konsumsi BBM yang irit, serta kemudahan perawatannya.
Pada 1986, Toyota lantas mengenalkan Kijang Super. Kijang generasi ketiga ini dipasarkan ke tengah masyarakat dalam berbagai varian hingga 1996. Era ini menandai kemajuan signifikan Kijang dalam hal desain dan teknologi. Desain bodi kian elegan, tak kotak-kotak amat. Bagian lampunya juga makin keren. Mesinnya juga lebih bertenaga, 1,8 cc.
Begitu pula bagian dalamnya. Dashboard dibuat lebih modern. Bahkan, untuk jenis Grand Extra, kaca pintu sudah menggunakan teknologi power window, dua pendingin udara (double blower), dan power steering. Di era ini juga diproduksi kijang semi jip, yakni Jantan Rider dan Rover.
Kijang Kotak berhenti produksi tahun 1996. Setelah itu lahirlah Kapsul. Disebut demikian karena desain bodinya yang serupa kapsul, tak kotak-kotak lagi. Dari bentuk kotak, Kijang terus beranak-pinak sampai sekarang. Setelah Kapsul, muncul kemudian Kijang Krista, Innova, Innova Reborn, dan kini yang terbaru Kijang Zenix.
Kendati Kijang sudah berevolusi jauh, namun hingga kini para penggemar Kijang lawas tetap tak rela Kijang Kotak tergeletak di gudang besi tua.
Kijang Kotak di acara TKSCI Chapter Sumenep, Madura.
- Nur Faishal/Viva Jatim