Cerita Cincin Nyangkut di Mr P Pria di Sidoarjo

Cincin Nyangkut
Sumber :
  • Istimewa

Jatim – Seorang pria yang tak disebutkan namanya di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami nasib sial dan bikin ngilu. Sebuah cincin nyangkut di batang Mr P-nya sehingga memaksa petugas BPBD setempat menolong pria tersebut. Butuh waktu lebih dari satu jam bagi petugas melepaskan cincin dari batang ‘burung’ si pria malang tersebut.

Fastpay Kini Merambah Pulau Dewata, Kolaborasi dengan LPD Bali

Peristiwa bikin ngilu itu terjadi pada Minggu, 21 Agustus 2022. Kejadian itu bermula ketika korban sedang mandi di kamar mandi rumahnya. Saat itu, korban memasukkan lubang cincin ke batang Mr P miliknya. Masalahnya, setelah selesai mandi, si pria kesulitan melepaskan cincin dari Mr P-nya. Cincin tersebut tak bisa dicabut.  

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan BPBD Sidoarjo Nawari membenarkan informasi tersebut. Namun dia ogah menjelaskan rinci kronologi dan maksud si korban memasukkan cincin ke batang Mr P-nya. “Yang melapor itu bukan korban, tapi salah satu anggota keluarganya,” katanya dikonfirmasi wartawan Senin pekan lalu.

APTI Jatim Ingatkan Penyusunan Raperda KTR Harus Adil dan Berimbang

Pertolongan terhadap korban pun dilakukan. Nawari menuturkan, membutuhkan waktu lebih dari satu jam hingga cincin itu terlepas dari batang Mr P korban, yakni dari sekira pukul 16.25 sampai 17.50 WIB. Sebab, petugas harus ekstra hati-hati melepaskan cincin tersebut karena berisiko melukai ‘burung’ korban. 

Nawari mengatakan, upaya evakuasi tersebut sejatinya sama dengan evakuasi cincin pada umumnya. Termasuk alat-alat yang digunakan. Namun ada beberapa teknik yang sedikit berbeda. Misalnya menggunakan teknik pelemasan. “Istilahnya ada pelemasan dahulu lah. Memang harus hati-hati dan telaten, kalau enggak, ya, bisa kacau nantinya,” ujarnya.

Hutan Mangrove di Pesisir Timur Surabaya Sidoarjo Darurat Sampah

Petugas pun berhasil melepaskan cincin dari Mr P korban. Nawari berpesan agar masyarakat tidak meniru tindakan yang dilakukan korban, kendati sekadar iseng. “Untuk identitas [korban] tidak bisa saya sebutkan, yang jelas di wilayah Waru,” pungkasnya.