Ratusan Warga Sidoarjo Terima Pemahaman Pentingnya Gizi Bagi Kesehatan Tubuh
- Istimewa
Sidoarjo, VIVA Jatim-Ratusan warga Sidoarjo mendapatkan materi pemahamab tentang pentingnya asuhan gizi bagi kesehatan tubuh. Karena itu, pemerintah menjadikan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas.
Ahli Gizi RS Delta Surya Bibit Puji Lestari mengatakan dampak kekurangan asupan gizi bisa menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan. Di antaranya stunting, anemia, obesitas, serta sindrom metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
"Pola makan yang tidak sehat khususnya konsumsi makanan cepat saji, tidak segar, atau olahan secara berlebihan berkontribusi besar terhadap munculnya kondisi-kondisi tersebut,” ujar Puji Lestari, dalam sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Dusun Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo Minggu, 11 Mei 2025.
Untuk itu, ia menuturkan menjaga pola makan dengan menerapkan prinsip gizi seimbang sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam memenuhi kebutuhan energi harian. Di samping itu juga untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit serta mempertahankan berat badan ideal.
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan serta menerapkan pola makan dan gizi yang seimbang.
“Melalui Program MBG, tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekitar, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan gizi dan nutrisi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN) Imam Bachtiar Farianto menyampaikan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki visi besar yang dikenal dengan Asta Cita yang bertujuan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Untuk mendukung pencapaian visi tersebut, berbagai strategi telah dijalankan, salah satunya melalui peningkatan asupan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat semakin sadar pentingnya pola makan sehat dan seimbang,” ucap Imam.
Ia menjelaskan program MBG diprioritaskan untuk peserta didik (PAUD, SD, SMP, dan SMA), serta kelompok non-didik seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Lebih lanjut, Imam juga mengungkapkan bahwa dengan sosialisasi ini harapannya bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya asupan gizi. MBG juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.