Adung Takut Istri

Ilustrasi konsep mental.
Sumber :
  • Rochard Drury/Getty Images

Adung ingin merasakan seperti itu bersama Inem. Setiap pekan jalan-jalan sekadar menghilangkan penat pikiran.

img_title Zumen Art Surabaya Tutup Tour de Java Film ROOTS Seratus Tahun Walter Spies di Bali

"Memang pakai uang siapa berlibur tiap pekan? Sampean juga tak tahu dari mana uang mereka dapat buat berlibur dan berfoya-foya," jawab Inem menimpali ajakan Adung untuk berlibur.

Mengingat jawaban Inem itu pikiran Adung makin tak terkendali. Sambil berbaring dan menatap langit-langit kamar, ia merasa kesimpulannya salah memilh Inem sebagai istri terasa tepat.

img_title Rail Clinic dan Rail Library KAI Hadir di Cerme Gresik, Warga Dapat Layanan Gratis

"Gara-gara Inem aku dibilang teman-teman sebagai suami-suami takut Istri," batin Adung.

"Mas! Coba ke sini. Lihat itu di TV." Suara Inem dari ruang tamu memecah lamunan Adung.

img_title Harga Emas Antam Hari Ini, Selasa, 8 September 2026

Dengan malas, ia bangkit lalu keluar menghampiri istrinya.

"Itu teman sampean masuk TV," kata Inem sambil menunjuk layar televisi.

Mata Adung terbelalak menyaksikan apa yang tergambar di TV. Keningnya mengkerut. Ia duduk pelan-pelan di samping istrinya sambil fokus menyaksikan siaran langsung penangkapan seorang pria di sebuah rumah yang tak asing baginya.

Istri dan anak si pria meraung-raung menyaksikan aparat memborgol tangan pria itu, lalu menggiring masuk ke dalam mobil. Si pria tak berdaya. Kepalanya tertunduk dengan muka lesu menghadap tanah.

"Apa sebab Lahab ditangkap?," tanya Adung.

"Dia disangka korupsi," timpal Inem. "Uang satu kresek disita, mobilnya juga dibawa aparat."

Adung hanya terdiam mendengar penjelasan singkat istrinya itu. Ia enggan menanyakan lebih rinci soal korupsi apa yang disangkakan kepada teman akrabnya itu.

"Makanya Lahab bisa bermewah-mewah," pikir Adung.

"Makanya jangan marah bila aku tak mau diajak berlibur dan berfoya-foya di Bukit Nirwana. Mau pakai uang korupsi? Mau nginap di penjara?," Inem menyela, seolah-olah tahu jalan pikiran Adung.