Begini Cara Kelola Keuangan Lebih Hemat selama Ramadan
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Bulan Suci Ramadan adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Momen ini pula menjadi kesempatan baik untuk mempererat kebersamaan dengan keluarga dan banyak kolega lewat buka puasa bersama.
Berbicara soal buka puasa, tentu erat kaitannya dengan aneka kuliner khas Ramadan. Setelah seharian penuh berpuasa, menyantap hidangan spesial dan memanjakan lidah menjadi tidak terhindarkan. Hal ini menjadi salah satu sebab pengeluaran membengkak.
Dikutip dari VIVA, Sabtu, 17 Maret 2024, Faculty Head Sequis Quality Builder Sequis Training Academy of Excellence, Fandi Murdani, membagikan tips penting untuk mengelola keuangan saat bulan Ramadhan.
Tips ini juga membantu kita untuk mengetahui batasan pengeluaran sehingga anggaran yang dibuat akan lebih realistis sesuai kemampuan finansial.
1. Buat Daftar Pengeluaran
Langkah pertama yaitu, membuat daftar pengeluaran secara detail. Catat kebutuhan rutin kamu serta kebutuhan khusus Ramadhan seperti sahur, buka puasa, THR, zakat, kebutuhan lebaran dan santunan. Dengan begini, kamu bisa mengendalikan pengeluaran dan membuat anggaran yang realistis.
2. Rencanakan Menu Sahur dan Buka Puasa
Seringkali pengeluaran membengkak karena jajan saat buka puasa maupun sahur. Solusinya? Rencanakan menu sejak awal dan masak sendiri di rumah. Ini akan lebih hemat dan tentunya lebih terjamin kebersihannya.
3. Kurangi Kegiatan yang Menguras Kantong
Bulan Ramadhan memang identik dengan berbuka bersama. Namun, tak perlu terlalu sering agar tidak membebani keuangan. Jalin silaturahmi bisa dengan cara lain yang lebih hemat seperti video call atau berkunjung ke tetangga saat waktu senggang.
4. Manfaatkan Promo dan Diskon
Banyak promo dan diskon menarik selama bulan Ramadhan. Cari informasi promo tetapi tetap harus bijak dalam memanfaatkannya. Belilah barang atau makanan yang memang dibutuhkan sesuai dengan anggaran.
5. Anggaran THR
THR atau tunjangan hari raya perlu diatur, alokasikan sebagian untuk keperluan lebaran dan sisanya ditabung untuk kebutuhan di masa mendatang. Dengan perencanaan keuangan yang baik, kamu bisa tetap beribadah dengan khuyuj dan merakayan Ramadhan bersama keluarga tanpa khawatir dompet jebol.