Hadirkan Nuansa Budaya, Warung Makan Marlena di Sumenep Diburu Pembeli

Para Pelayan sedang menyiapkan Rujak Marlena
Para Pelayan sedang menyiapkan Rujak Marlena
Sumber :
  • Ibnu Abbas/Viva Jatim

Jatim – Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memanjakan diri dan keluarga adalah dengan berburu kuliner. Ya, cara yang satu ini terbilang ampuh dalam melepas penat dari hiruk-pikuk pekerjaan yang menumpuk di meja. Agar tak sia-sia dan kecewa, tentu tak boleh asal dalam memilih menu. Hidangan lezat yang mampu membangkitkan semangat adalah syarat wajib yang harus ditunaikan. 

Di ujung timur pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Sumenep terdapat warung makan yang bilamana dikunjungi semakin melengkapi kesan perjalanan anda. Bahkan menu makan yang beragam dan sangat memanjakan lidah akan membuat anda ketagihan. 

Tidak hanya rasanya yang bikin ketagihan, salah satu warung makan di Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ini juga menghadirkan nuansa budaya.

Uniknya, warung makan Marlena milik Fifin Ihroma Viska (37) ini melayani para pembeli dengan mengenakan pakaian khas Marlena, istri seorang tokoh pejuang yang menjadi icon Madura, yakni Sakera

Warung makan yang merupakan warisan sang Ibunda ini awalnya terinspirasi dari sosok perempuan tangguh bernama Marlena. Di balik kesuksesan seorang lelaki pasti ada perempuan hebat di belakangnya.

Itulah yang ada pada diri Marlena sebagai istri Sakera. Ketangguhan dan kegigihannya menjadi salah satu pendorong keberanian Sakera yang kala itu berjuang melawan penjajah. 

Fifin, sapaan lekatnya, mencoba menghadirkan sosok Marlena dalam usaha yang ia rintis. Dimulai dengan menjadikan Marlena sebagai nama warung makannya dan kemudian ia merekrut karyawan dari kalangan perempuan. Bahkan belakang ia berinisiatif mengenakan pakaian Marlena kepada seluruh karyawan. 

“Marlena kan nama [icon] perempuan Madura, dan kebetulan semua anak yang kerja dan yang tinggal di sini perempuan semua, ya udah kita kasih nama Warung Makan Marlena,” kata Fifin kepada Viva Jatim, Selasa, 13 Desember 2022. 

Alasan lain dari baju adat Madura yang dikenakan para palayan adalah sebagai teknik marketing atau pemasaran. Agar terlihat berbeda dengan warung makan lain yang ada di Sumenep. Selain itu juga tentu dalam rangka melestarikan budaya lokal Madura melalui pakaian khas Marlena yang dikenakan 7 orang pelayannya.