7 Kuliner Malang Legendaris, dari Rawon Nguling hingga Sate Gebug

Ilustrasi rawon daging sapi.
Sumber :
  • Istimewa

4. Mie Gajah Mada

img_title Komisi E DPRD Jatim Soroti Dominasi Belanja Pegawai Disnakertrans, Capai 67,44 Persen

Bagi pecinta mi ayam, Mie Gajah Mada adalah destinasi wajib. Mie-nya kenyal, disajikan bersama ayam kecap yang manis gurih, sayuran segar, dan kuah kaldu bening yang lezat.

Tempat ini cocok dikunjungi untuk makan siang atau makan malam. Meski sederhana, suasana warung ini selalu ramai oleh pelanggan setia yang datang kembali karena rasa yang konsisten.

img_title Terjerat Kasus Penipuan Modus Lelang Arisan untuk Kedua Kali, Ernawati Divonis 1,5 Tahun Bui

5. Ayam Goreng Tenes

Ayam Goreng Tenes terkenal dengan ayam kampungnya yang digoreng hingga keemasan, menghasilkan kulit renyah dan daging yang lembut serta juicy di dalam.

img_title Pertunjukan Putri Duyung The Enchanted Mermaid Pukau Penonton di Eco Active Park

Disajikan bersama sambal bawang, nasi hangat, lalapan segar, dan pilihan lauk tradisional seperti tempe atau tahu goreng, tempat ini sangat cocok untuk santap siang bersama keluarga atau teman.

6. Pecel Kawi Hj. Musilah

Pecel Kawi menjadi pilihan tepat untuk sarapan atau makan siang. Sayurannya selalu segar dan disiram sambal kacang khas yang gurih sedikit manis, menciptakan harmoni rasa yang nikmat.

Tambahkan lauk seperti telur ceplok, tempe goreng, perkedel, atau sate usus untuk pengalaman makan khas rumahan. Suasana tempatnya bersih, nyaman, dan pelayanannya pun cepat.

7. Sate Gebug 1920

Sate Gebug menawarkan sajian khas Malang yang unik. Nama “gebug” berasal dari proses memukul daging sapi agar empuk sebelum dibakar. Daging yang telah dibumbui ini kemudian dipanggang di atas bara arang, menghasilkan aroma asap yang menggoda.

Selain sate, tersedia pula sup dan rawon sebagai pelengkap. Tempat ini cocok bagi penikmat olahan daging sapi yang disajikan secara tradisional dan autentik.