Tuberkulosis Mudah Menular, Ingat Etika dan Cara Batuk dan Bersin
- Tofan Bram Kumara/Viva Jatim
Gresik, VIVA Jatim – Penyakit menular tuberkulosis (tuberculosis, disingkat TBC atau TB) masih jadi ancaman serius bagi masyarakat. Penularannya begitu mudah karena berkaitan dengan interaksi manusia yang itu adalah karakter abadi hubungan sosial.
Satu-satunya cara agar persebaran TB bisa ditekan ialah memperkecil media penularannya. "Penyakit inj juga bisa menular melakui saluran pernapasan," kata Kepala Puskesmas Kepatihan dr Rahaju Nugrahani saat penyuluhan penanggulangan TB di Desa Putat Lor, Menganti, Gresik, Sabtu, 13 September 2025.
TB, lanjut dia, juga mudah menular lewat dahak dan percikan ludah atau droplet. Karena itu, dia meminta masyarakat agar betul-betul etika berdahak, batuk, berbicara, dan bersin.
Itu sebetulnya juga kerap diajarkan para orang tua dulu. Sebisa mungkin, tutuplah mulut ketika batuk, juga hidung ketika bersin. Pun saat berbicara, usahakan jangan sampai menimbulkan percikan ludah.
"Makanya etika dalam batuk ada. [Tutup mulut atau hidung] Pakai tisu atau lengan dalam," terang Dokter Rahaju.
"TB juga bisa dikulit dan vagina. Namun, tergantung dari daya tahan organ manusianya," imbuhnya.
Masyarakat, lanjut Rahaju, juga perlu mengetahui gejala-gejala TB agar penanganan bisa segera dilakukan sebelum kondisi kesehatan penderita TB memburuk. Untuk orang dewasa, gejalanya bisa dideteksi dari batuk berdahak, sesak napas, keringat dingin meski tak beraktivitas, dan demam.
Sementara pada anak, gejalanya yakni batuk tak sembuh, berat badan selama tiga bulan tak naik, ada benjolan di leher dan paha, demam dan anak terasa malas, lesu karena badan tak enak.
Jika menemukan gejala-gejala tersebut, maka pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan. Jika hasilnya masih negatif selama 6 bulan pengobatan, pasien atau seseorang yang mengidap TB harus periksa ke dokter lagi.
"Jika batuk tak sembuh selama 3 sampai 5 hari, harus diperiksakan ke dokter agar bisa dideteksi. Pengobatannya selama 6 bulan sampai sembuh. Untuk orang dewasa TB bisa menyerang ke otak, paru-paru. Jika pada bayi bisa ke otak dan jika terlambat untuk ditangani bisa menyebabkan meninggal dunia," tandas Rahaju.
Ada beberapa pencegahan penyakit TB. Yaiti perilaku hidup bersih dan sehat seperti selalu mencuci tangan, olahraga, makan teratur. Ventilasi kamar atau ruangan biarkan terbuka agar ada sirkukasi udara. Pada anak atau bayi, jangan lupa lakukan imunisasi.