Kuliner Ikan Sembilang Pak Kasan, Tetap Eksis Selama 20 Tahun di Gresik
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-Di balik geliat industri dan kawasan ekonomi modern di Kabupaten Gresik, tersimpan kuliner tradisional yang tetap bertahan dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah warung Ikan Sembilang Pak Kasan yang berada di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Gresik.
Warung sederhana ini telah menjadi tujuan para pecinta kuliner sejak puluhan tahun lalu. Lokasinya berada di jalur exit Tol Manyar menuju Bungah, tak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE dan sebelum Jembatan Sembayat. Meski tidak mencolok, deretan kendaraan yang terparkir di pinggir jalan menjadi penanda ramainya pembeli.
Menu andalan warung ini adalah ikan sembilang, sejenis ikan laut yang bentuknya menyerupai lele. Diolah dengan kuah kuning bercita rasa asam dan pedas, hidangan ini dikenal memiliki rasa kuat namun tetap segar. Tak heran jika bagian kepala ikan menjadi buruan utama pelanggan dan sering kali habis lebih dulu.
Salah satu pelanggan, Fais, warga Kecamatan Cerme, mengaku sudah lama menjadikan warung tersebut sebagai tempat singgah favorit.
Ia menilai kelezatan ikan sembilang Pak Kasan terletak pada racikan bumbunya yang meresap dan kuahnya yang menggugah selera. Selain itu, lokasi warung yang berada di dekat aliran Bengawan Solo dan area tambak memberikan suasana makan yang nyaman.
“Setiap ada kerjaan ke Gresik utara, pasti mampir. Rasanya konsisten dari dulu,” ujarnya singkat.
Warung ini dikelola langsung oleh Pak Kasan bersama putrinya, Tina. Aktivitas memasak berlangsung hampir tanpa jeda, terutama saat jam makan siang. Tina menyebut, usaha tersebut telah dijalani keluarganya selama kurang lebih dua dekade.
“Kalau hari biasa masih bisa santai, tapi kalau akhir pekan ramai sekali,” katanya.
Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan hingga 100 ekor ikan sembilang. Jam operasional dimulai pukul 07.00 WIB, namun waktu tutup menyesuaikan dengan ketersediaan bahan.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Seporsi ikan sembilang bagian badan dibanderol Rp25 ribu, sementara bagian kepala dihargai antara Rp50 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung ukuran.
Keberadaan warung Ikan Sembilang Pak Kasan menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, meski berada di tengah kawasan industri dan pembangunan modern.