Garlickys, Brand Bumbu Lokal Asal Surabaya Raih Shopee Super Awards 2025
- Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Berawal dari kegemaran membuat garlic butter untuk konsumsi pribadi, siapa sangka merek bumbu lokal Garlickys kini menembus pasar internasional dan meraih Shopee Super Awards 2025 kategori Super Growing Export dengan pertumbuhan bisnis lebih dari 213 persen.
Pemilik Garlickys, Nico Njoto Wijaya, mengenang perjalanan usahanya yang dimulai pada 2019 tepat sebelum pandemi melanda.
“Awalnya itu cuma karena kami suka bikin garlic butter buat makan sendiri. Lama-lama teman-teman kalau mau harus ke rumah dulu, terus mereka sungkan. Akhirnya disarankan, ‘Udah dijual aja, biar kalau mau tinggal beli,’” ujar Nico saat ditemui di rumah produksinya di Surabaya, Senin 9 Februari 2026.
Namun langkah awal itu tidak langsung mulus. Produk yang dijual justru sepi peminat. Nico dan tim lalu melakukan evaluasi, terutama pada tampilan kemasan.
“Dulu packaging-nya simpel banget, pokoknya ada mereknya. Enggak ada nama produk, enggak ada apa-apa. Kita perbaiki, bikin lebih rapi dan jelas. Ternyata mulai diterima pasar,” katanya.
Dari Garlic Butter ke Puluhan Rempah
Tantangan lain muncul saat Garlickys memutuskan memproduksi garlic butter dalam skala lebih besar. Resep khas yang menggunakan banyak rempah termasuk parsley segar membuat bahan baku sulit didapat.
“Parsley yang kita mau harus hijau, sedangkan di market banyak yang agak kecokelatan. Kita enggak mau pakai. Akhirnya harus cari sumber khusus dan beli dalam jumlah besar buat amanin stok,” jelas Nico.
Dari situlah ide menjual rempah-rempah muncul.
“Kita pikir, kalau kita saja kesulitan cari bahan yang bagus, ibu-ibu atau orang lain pasti juga ngalamin hal yang sama. Akhirnya kita coba jual rempah sekalian.”
Awalnya Garlickys hanya menawarkan 17 varian rempah dan 3 varian garlic butter. Kini, lini produknya berkembang menjadi 41 varian rempah, dua jenis bawang goreng, serta enam produk baru yang tengah disiapkan.
Marketplace Jadi Mesin Pertumbuhan
Garlickys memasarkan produknya secara online dan offline mulai dari marketplace hingga suplai ke restoran dan industri kuliner. Di Shopee saja, Nico menyebut pesanan harian bisa mencapai 400–500 order.