SGN Siap Dukung Penguatan Hilirisasi Energi dan Pangan

Groundbreaking Pabrik Bioetanol Glenmore
Sumber :
  • Istimewa

Banyuwangi, VIVA Jatim-PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) siap mendukung pasokan bahan baku bioetanol berupa molases. Peletakan batu pertama pembangunan pabtik bioetanol di Kabupaten Banyuwangi telah dilakukan sebagai langkah pertama pembangunan sejumlah proyek hilirisasi fase pertama secara serentak di berbagai daerah.

img_title SGN Panen Tebu Bersama KSAU di PG Semboro, Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Pabrik bioetanol ini menjadi bagian dari penguatan industri energi baru dan terbarukan berbasis komoditas dalam negeri, khususnya tebu. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan PT Perkebunan Nusantara PTPN III melalui sub holding PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menegaskan kesiapan SGN dalam mendukung pasokan bahan baku bioetanol berupa molases. Untuk kapasitas produksi sekitar 100 kiloliter per hari, kebutuhan molases diperkirakan mencapai 120 ribu ton per tahun.

img_title Bongkar Ratoon Perkuat Produktivitas Tebu Nasional

Mahmudi menyebutkan, produksi molases SGN saat ini mendekati 700 ribu ton per tahun yang disuplai oleh lima pabrik gula SGN di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Dengan ketersediaan tersebut, pasokan bahan baku dinilai mencukupi untuk mendukung operasional pabrik ethanol secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), serta jajaran manajemen PT Pertamina PNRE.

img_title Gerakan Tanam Serentak, SGN Berkomitmen Dukung Hilirisasi Perkebunan

Ipuk menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan pabrik bioetanol ini. Ia menilai proyek tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyambut baik pembangunan pabrik bioetanol ini. Kami berharap pengelolaannya dilakukan secara bertanggung jawab dan melibatkan masyarakat lokal,” ujar Ipuk dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal pengembangan bioetanol karena memiliki dukungan sumber daya yang memadai. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 10 hektare.

Menurut Agung, pengembangan bioetanol diharapkan dapat memperkuat bauran energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Ke depan, hasil produksi bioetanol akan disalurkan melalui jaringan Pertamina Patra Niaga.

“Kami melihat bioetanol sebagai bagian penting dari transisi energi. Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pertamina, PTPN, dan SGN untuk memperkuat ekosistem energi bersih nasional,” ujarnya di sela kegiatan groundbreaking.

Halaman Selanjutnya
img_title