Waspada Campak! Ini Gejala Awal yang Harus Diketahui

Penyakit Campak
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA Jatim-Penyakit campak masih menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok dengan daya tahan tubuh lemah. Meski tergolong penyakit menular, campak kerap kurang mendapat perhatian karena banyak orang tidak menyadari gejala awalnya.

img_title Kemenkes Keluarkan SE Bahaya Campak bagi Tenaga Medis

Pakar kesehatan anak dari Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Irwanto dr SpA(K), mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala dini penyakit tersebut. Menurutnya, seseorang yang terinfeksi campak umumnya mengalami batuk, pilek, demam tinggi, serta muncul ruam merah khas di bagian tubuh, terutama di belakang leher.

“Sebelum seseorang memastikan dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu gejala yang muncul seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujarnya.

img_title Tekan TBC, Menkes Lakukan Pilot Project Alat Tes Baru ke 100 Titik di 8 Provinsi

Ia menambahkan, mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penderita dapat segera melakukan isolasi diri sehingga penularan dapat dicegah.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu menjelaskan bahwa risiko penularan campak di ruang publik cukup tinggi.

img_title Tuberkulosis Mudah Menular, Ingat Etika dan Cara Batuk dan Bersin

Secara umum, penyakit ini menular melalui droplet atau percikan cairan dari mulut dan hidung saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Kontak langsung dengan penderita juga dapat menjadi jalur penularan.

“Campak merupakan penyakit menular dengan risiko tinggi, bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena itu, jika seseorang terinfeksi sebaiknya segera mengisolasi diri dari ruang publik, terutama dari kelompok rentan seperti anak-anak,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa risiko penularan pada anak akan semakin besar jika mereka belum mendapatkan vaksin campak Jerman atau Measles-Rubella (MR).

Hal ini karena anak-anak termasuk kelompok rentan dengan sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Tingginya risiko komplikasi akibat campak membuat tenaga kesehatan terus mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Irwanto menilai edukasi tentang bahaya campak perlu terus dilakukan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar masyarakat lebih memahami pentingnya pencegahan penyakit tersebut. Selain itu, orang tua juga diimbau untuk memastikan anak mendapatkan vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami terus berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi pada anak-anak sebagai langkah efektif untuk mencegah terjadinya wabah,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title