Apa Itu LINAC dan CT Simulator? Radioterapi Kanker RS Siloam Surabaya

dari kiri : dr Maria, dr Dyah dan direksi RS Siloam Surabaya
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA JatimzRumah Sakit (RS) Siloam Surabaya resmi mengoperasikan fasilitas Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator untuk mendukung layanan radioterapi kanker yang lebih presisi dan terintegrasi.

img_title Penyintas Kanker Payudara Stadium 4 Berbagi Kisah di 20 Tahun Parkway Cancer Centre

Kedua teknologi ini berperan penting dalam pengobatan kanker modern, di mana CT Simulator digunakan untuk memetakan lokasi tumor secara detail, sedangkan LINAC berfungsi menghancurkan sel kanker dengan pancaran radiasi berakurasi tinggi.

Kehadiran fasilitas radioterapi modern tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pasien kanker yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan radioterapi.

img_title Ratusan Peserta Ikuti Vaksinasi HPV Dosis Ketiga di BBPOM Surabaya

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408.000 kasus kanker baru dan sekitar 242.000 kematian akibat kanker setiap tahun. Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kanker, ketersediaan fasilitas diagnosis dan terapi yang modern menjadi faktor penting untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat waktu dan optimal.

Direktur RS Siloam Surabaya, dr Maria Magdalena Padmidewi Sp PK mengatakan, kehadiran LINAC dan CT Simulator merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kanker yang semakin lengkap dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

img_title Sambangi YKAKI, Rustini Muhaimin: Anak Pejuang Kanker tak Boleh Berjuang Sendirian

“Dalam penanganan kanker, waktu memiliki peran yang sangat penting. Kehadiran LINAC dan CT Simulator memungkinkan pasien memperoleh terapi yang lebih cepat, lebih presisi, dan lebih dekat dengan keluarga mereka. Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang memberikan harapan yang lebih besar bagi pasien untuk mempertahankan kualitas hidupnya,” ujar dr Maria, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurutnya, keberadaan layanan radioterapi modern di Surabaya diharapkan dapat membantu pasien di Jawa Timur dan sekitarnya memperoleh pengobatan yang lebih dekat dengan sistem dukungan keluarga, tanpa harus melakukan perjalanan ke kota lain.

Sementara Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RS Siloam Surabaya, dr Dyah Erawati Sp Rad Sp Onk Rad (K) menjelaskan, radioterapi merupakan salah satu pilar utama dalam penanganan kanker, selain operasi dan kemoterapi.

“Radioterapi adalah bagian dari pengobatan kanker yang dapat dikombinasikan dengan operasi maupun kemoterapi. Semua tergantung pada stadium penyakit dan tujuan terapinya, apakah untuk penyembuhan atau paliatif,” imbuh dr Dyah.

Ia menjelaskan, radioterapi dapat diberikan kepada pasien pada berbagai stadium kanker. Pada stadium awal hingga menengah, terapi umumnya ditujukan untuk penyembuhan atau kuratif. Sementara pada stadium lanjut, radioterapi dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Perkembangan teknologi radioterapi saat ini memberikan peluang yang semakin besar untuk terapi yang lebih tepat sasaran dengan meminimalisir paparan pada jaringan sehat di sekitar area target. Dengan dukungan LINAC dan CT Simulator, proses perencanaan dan pemberian terapi dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga membantu meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia sampaikan, LINAC merupakan teknologi radioterapi eksternal yang menghasilkan pancaran sinar X berenergi tinggi dengan tingkat presisi hingga 0,5 milimeter untuk menghancurkan sel kanker. Teknologi ini memungkinkan dosis radiasi difokuskan secara tepat pada area tumor sehingga dapat memaksimalkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Sementara itu, CT Simulator berperan pada tahap perencanaan terapi dengan menghasilkan pencitraan tiga dimensi yang detail. Teknologi ini membantu dokter dan tim radioterapi menentukan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor secara akurat sehingga terapi dapat dirancang sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien.

dr Dyah menambahkan, dibandingkan teknologi radioterapi generasi sebelumnya, LINAC menawarkan tingkat presisi yang lebih baik dalam melindungi organ sehat di sekitar area target.

“Dengan teknologi yang sekarang kami miliki, presisi radiasi menjadi lebih baik dan organ di sekitar target dapat lebih terlindungi,” katanya.

Sedangkan durasi penyinaran menggunakan LINAC kata dia, relatif singkat. Secara umum, proses penyinaran hanya berlangsung antara tiga hingga 10 menit, sementara keseluruhan sesi radioterapi, termasuk persiapan pasien, memerlukan waktu sekitar 20 menit.

“Dosis radiasi diberikan secara bertahap sesuai kebutuhan pasien, umumnya satu kali sehari selama lima hari dalam sepekan. Namun, jumlah dan frekuensi terapi berbeda pada setiap pasien tergantung jenis kanker, stadium, serta tujuan pengobatannya,” jelasnya.

Selain menghadirkan teknologi medis terkini, RS Siloam Surabaya juga didukung tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis dan tenaga kesehatan terlatih untuk memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di Jawa Timur.

"Kami memiliki tim multidisiplin, dokter spesialis dan tenaga kesehatan terlatih tentunya," tutup dia.