Myopia Anak Jadi Perhatian, Eyelink Group Gandeng 15 Sekolah di Gresik-Lamongan

Pemeriksaan Mata Minus pada Anak Sekolah oleh Eyelink Group.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Deteksi dini gangguan penglihatan menjadi salah satu upaya penting untuk mengendalikan perkembangan mata minus atau myopia pada anak. Kondisi penglihatan dinilai dapat memengaruhi kenyamanan anak saat mengikuti proses pembelajaran.

img_title Adinkes Perkuat Kolaborasi untuk Layanan Primer yang Lebih Kuat

Hal tersebut menjadi perhatian dalam gerakan sosial Vision Fest Myopia Care–Natamata yang diperkenalkan Eyelink Group bersama 15 sekolah dari Kabupaten Gresik dan Lamongan di Hotel Aston Gresik, Kamis, 13 Agustus 2026.

"Kesehatan mata anak perlu mendapat perhatian bersama karena berkaitan dengan aktivitas belajar. Pengendalian myopia tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan," ujar Direktur Optik Natamata Muhammad Rijaal Alhaq.

img_title Sound Horeg Marak saat Agustusan, Pakar UNAIR Bagikan Solusi Amannya

Sementara itu, Presiden Direktur Eyelink Group M. Rusli menyebut orang tua berperan dalam mengenali perubahan penglihatan anak, sedangkan pihak sekolah dapat ikut memantau kondisi dan kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran.

“Penglihatan yang optimal merupakan fondasi penting bagi anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” ujarnya.

img_title Mengapa Mengecek Asal Sumber Susu dalam Sebuah Produk Susu Formula Anak Penting? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Ditempat yang sama, dokter Spesialis Mata Eyelink Group dr. Ria Sandy Deneska mengatakan perubahan penglihatan pada anak perlu diketahui sedini mungkin. Pemeriksaan mata secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi penglihatan sekaligus membantu mengendalikan perkembangan myopia.

“Penanganannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing anak,” katanya.

Dokter Ria menjelaskan, pengendalian mata minus pada anak dapat dilakukan melalui sejumlah metode, antara lain penggunaan kacamata yang tepat, lensa defocus, obat tetes khusus, Orthokeratology (Ortho-K), hingga EDOF softlens.

"Metode penanganan tidak dapat disamaratakan karena kondisi mata setiap anak berbeda. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan pilihan penanganan yang sesuai," terangnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Puspitasari Wardani mengatakan, upaya menjaga kesehatan mata anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Kami berharap gerakan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan penyedia layanan kesehatan dalam menjaga kualitas penglihatan anak,” ujarnya.

Melalui Vision Fest Myopia Care–Natamata, orang tua, sekolah, pemerintah, dan penyedia layanan kesehatan didorong untuk bersama-sama meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mata anak. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan penglihatan sejak dini. Program ini didukung ekosistem layanan kesehatan mata Eyelink Group, yang mencakup RS dan Klinik Mata KMU, National Eye Center (NEC), serta Optik Natamata.