Waspada Cuaca Panas saat Ibadah Haji, Rentan Kena Heatstroke

Jamaah haji yang sedang tawaf
Sumber :
  • Viva

Jatim – Tidak lama lagi, sebagian kecil umat Islam di seluruh dunia akan menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji. Setelah tiga tahun lamanya pelaksanaan haji tidak stabil karena Pandemi Covid-19, kini sudah kembali seperti semula. Mereka yang tertunda berangkat, tahun ini dipastikan sudah diberi jatah oleh pihak berwenang.

Ingin Raih Pahala Setara Haji dan Umrah? Lakukan 6 Amalan Ini

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, Indonesia adalah salah satu penyumbang jemaah haji terbanyak. Seperti contoh di Embarkasi Haji Surabaya, setidaknya tercatat 39 ribu lebih jemaah yang akan diberangkatkan. Belum lagi di embarkasi lainnya. 

Hal yang tak boleh dilupakan bagi mereka calon jemaah haji adalah mempersiapkan terlebih dahulu kesehatan fisik sebelum berangkat. Sebab, diperkirakan, suhu di Arab Saudi saat musim haji sekitar 47 hingga 50 derajat celsius. Kondisi ini pun rentan datang penyakit, termasuk Heatstroke.

Menggali Makna Wukuf di Arafah, Ikhtiar Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta

Dilansir dari VIVA, Heatstroke adalah bentuk paling parah dari hipertermia, atau penyakit terkait suhu panas. Heatstroke adalah kejadian umum selama cuaca panas dan lembap, atau saat ini rentan terjadi gelombang panas di berbagai wilayah di Indonesia dan India.

Heatstroke tidak boleh diabaikan karena dapat memicu komplikasi serius seperti kerusakan otak, kegagalan organ, bahkan kematian. Oleh karena itu, penanganan heatstroke membutuhkan intervensi tepat waktu. Berikut deret fakta Heatstroke yang wajib dipahami.

MUI Imbau Jemaah Haji Ikuti Skema Murur Demi Jaga Keselamatan

Bagaimana Heatstroke terjadi?

Regional Director, Neurology, Stroke and Neurocritical Care, Global Hospital, Parel Mumbai, Shirish M Hastak, menjelaskan bahwa biasanya suhu mulai panas dan kehilangan panas diimbangi oleh tubuh kita. Mekanisme utama kehilangan panas adalah penguapan, dan ini menjadi terganggu jika kelembapan lebih dari 75 persen dengan adanya panas lingkungan atau olahraga berat.

Halaman Selanjutnya
img_title