Dugaan Perampokan di Perum PPS Suci Gresik, Polisi Periksa Saksi

Anggota Polsek Manyar Gresik saat olah TKP di rumah korban
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara/Viva Jatim

Gresik, VIVA Jatim – Jajaran Satreskrim Polsek Manyar memburu para pelaku kasus perampokan disertai penganiayaan di Perum Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Senin, 15 April 2024 lalu. Ada titik terang dan petunjuk dari hasil pemeriksaan korban.

img_title Kecelakaan di Metatu Gresik, Motor Diduga Oleng Tabrak Mobil, Dua Orang Tewas

Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Syaiful Rokhim mengatakan menurut keterangan korban saat di mintai keterangan di Polsek Manyar, para pelaku saat melakukan aksinya sempat memanggil nama panggilan sehari-hari korban dengan nama Pesek.

"Pelaku diduga orang dekat karena mengenal korban dengan sebutan Pesek. Korban dulunya bekerja di sebuah salon, Namun kini sudah tidak bekerja," ujarnya, Kamis, 17 April 2024.

img_title Bangunan Bengkel Semi Permanen di Manyar Gresik Terbakar, Mobil dan Motor Ikut Hangus

Ipda Syaiful menambahkan saat menjalankan aksinya tersebut, kedua pelaku memakai penutup wajah. Pelaku juga sempat berinteraksi dengan korban pada saat satu pelaku meminta HP korban.

"Pelaku memakai penutup wajah, pelaku juga sempat menyebut dan bahwa korban semakin kurus. Anehnya, pelaku juga mengetahui korban memiliki HP Iphone. Dugaan pelaku dan korban sudah kenal," jelasnya.

img_title Kecelakaan Motor Tabrak Mobil di Metatu Gresik, 2 Orang Tewas

Selain pelaku mengambil HP korban, juga merampas perhiasan seperti gelang, anting - anting emas dan cincin yang dipakai korban. Saat itu, korban hanya bisa terdiam saat pelaku mengambil harta benda miliknya.

"Korban diam karena disekap dan diancam dengan senjata tajam oleh pelaku. Para pelaku membongkar isi lemari yang di luar kamar untuk mencari uang," terang Ipda Syaiful.

Dari petunjuk yang sudah di dapat itu tambah Saiful, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku.

"Sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan dan sudah memeriksa beberapa saksi," jelas Ipda Syaiful.