Khofifah Bangun Sister Province antara Jatim dengan Alexandria Mesir

Gubernur Khofifah dan Gubernur Alexandria Menandatangani LoI.
Gubernur Khofifah dan Gubernur Alexandria Menandatangani LoI.
Sumber :
  • Humas Pemprov Jatim

Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Alexandria Mohamed Taher El-Sherif resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) atau Surat Pernyataan Kehendak untuk kerja sama di tiga bidang prioritas, yakni perdagangan dan investasi, pariwisata, dan pendidikan, di Alexandria, Mesir, pada Rabu kemarin. 

Kerja sama tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan Khofifah dengan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Mohamed Moguib Sultan di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 19 November 2021 lalu. Kerja sama tersebut juga merupakan sejarah baru dibukanya hubungan persahabatan antarprovinsi di dua negara, yakni Jawa Timur di Indonesia dan Alexandria di Mesir. 

"Alhamdulillah, kita mencatatkan sejarah baru. Bersama Gubernur Alexandria, kami telah menandatangai LoI kerja sama di tiga sektor prioritas, yaitu perdagangan dan investasi, pariwisata serta pendidikan," kata Khofifah dalam keterangannya, Kamis, 24 November 2022. 

Ketum PP Muslimat NU itu menuturkan, melalui penandatangan LoI, maka akan semakin banyak kerja sama yang bisa dibangun antara Jatim dengan Alexandria di masa depan. Di sektor perdagangan, misalnya, kedua wilayah memiliki potensi besar untuk bisa melakukan link and match. 

Contohnya soal kopi. Diketahui, papar Khofifah, Mesir bukanlah negara yang minus produksi kopi. Tapi, tradisi meminum kopi masyarakat di sana tumbuh subur. Sebaliknya, Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki produksi komoditas unggulan perkebunan yang cukup tinggi, di antaranya kopi. 

Nah, dengan kondisi seperti itu, maka kerja sama produk kopi antara Jatim dengan Mesir bisa dijalin. Pada Oktober lalu, melalui program communal branding, Jatim sudah mengawali melakukan ekspor kopi sebanyak 200 ton. Sementara private to private sudah berjalan cukup lama dan cukup signifikan.  

Begitu juga untuk bidang furnitur, Mesir sangat membutuhkan komoditas ini untuk suplai kebutuhan berbagai pembangunan yang sekarang gencar dilaksanakan. Sedangkan Jatim memiliki pabrik furniture terbesar di Indonesia. Sehingga potensi ekspor furniture Jatim ke Mesir menjadi hal yang sangat potensial.  

Begitu pula ikan, udang, rempah, cerutu, dan lainnya yang sekarang juga sudah berlangsung. "Saya yakin masih banyak potensi pengembangan perdagangan  dari masing-masing wilayah. Apalagi Alexandria merupakan provinsi besar dengan pelabuhan terbesar di  Mesir serta terkoneksi dengan negara - negara Afrika, Timur Tengah, Amerika dan Eropa ," jelas Khofifah. 

Di sektor pariwisata, Khofifah menyebut ada kemiripan antara Mesir dengan Indonesia, khususnya Jatim, yakni potensi di sektor wisata religi. Dia mencatat, ada 160.000 jemaah umrah Jatim per tahun berpotensi untuk menambah paket perjalanan mereka dengan kunjungan wisata religi ke Mesir. 

Sementara ini, cukup banyak biro perjalanan yang menambah paket umrah dengan wisata religi ke Turki dan sebagainya. Ke depan, paket tersebut bisa  ditambah untuk berziarah ke wilayah peradaban kuno Mesir yang berada di Alexandria maupun ziyarah ke ulama-ulama yang menjadi panutan sebagian besar umat Islam Indonesia.

"Alexandria adalah salah satu saksi peradaban Mesir Kuno yang terkenal di dunia internasional. Sedangkan fakta bahwa Jatim merupakan salah satu wilayah bersejarah dalam berkembangnya Islam di Indonesia. Bukan tidak mungkin keduanya bisa saling tumbuh menjadi wisata religi berkelas dunia. Jatim memiliki pesona wisata alam yang luar biasa indahnya," jelasnya. 

Selain perdagangan dan pariwisata, sektor pendidikan menjadi prioritas kedua wilayah. Alexandria atau juga dikenal Iskandariyah adalah pusat pendidikan dan kebudayaan dunia Mediterania kuno untuk sebagian besar zaman Helenistik dan zaman kuno akhir. Alexandria juga dikenal dengan perpustakaan terbesar di dunia, yang memuat karya-karya penting ulama besar Islam, tentu menjadi magnet bagi pendalaman sejarah Islam Tanah Air. 

Ke semua potensi yang dibalut dalam satu kerja sama ini diharapkan Khofifah tidak hanya sebatas pencetak sejarah baru, namun juga bisa membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jatim, bahkan Indonesia secara umum. Karena itu dia meminta agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku usaha, penggerak pariwisata hingga ulama dan para penggiat dunia pendidikan.

"Pintu gerbang masa depan sudah kita buka . Mari manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ini saatnya Jawa Timur bisa unjuk gigi kepada dunia internasional melalui berbagai sektor keunggulan kompetutif dan komparatif baik di sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata serta pendidikan," pungkasnya. 

Sementara itu, Gubernur Alexandria Mohamed Taher El-Sherif mengungkapkan optimismenya atas kerja sama antara Jawa Timur dan Alexandria. "Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan Jawa Timur ini. Mesir adalah peradapan dunia, dan Alexandria adalah saksi bagaimana peradaban Mesir Kuno berkembang. Silahkan berkeliling mengunjungi Alexandria dan menikmati segala keindahannya," ujarnya.