DPR RI Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat: 59,95 Ha Sangat Cukup
- Dokumen Bambang Haryo Soekartono
Sembari menunggu pembebasan sisa tanah yang belum dibebaskan oleh Kemenhub, legislator Gerindra ini bilang, infrastruktur kepelabuhanan sudah bisa di bangun. Sebab, luasan 59,95 hektare sudah cukup untuk pembangunan pelabuhan di Tanjung Carat.
Pembangunan pelabuhan tersebut untuk menggantikan Boom Baru yang saat ini sudah menampung 132 ribu peti kemas pertahun itupun load factor belum mencapai 100 persen, sebenarnya mampu menampung lebih dari 250 ribu peti kemas pertahun.
“Dan pertumbuhan jumlah peti kemas rata-rata sekitar 2,5 persen, berarti kalau pelabuhan tanjung carat hanya memiliki luas 59,95 hektar maka sampai dengan lebih dari 50 tahun sudah bisa menampung jumlah peti kemas yang masuk dan keluar di Sumatera Selatan," jelasnya.
Dikatakan BHS, bahwa Komisi VII berkepentingan untuk percepatan kepelabuhan di Tanjung Carat agar dapat merencanakan kawasan industri yang terintegrasi dengan kepelabuhanan. Termasuk realisasi pembangunan akses jalan sekitar 5,5 kilometer yang saat ini butuh segera di bangun.
"Dan kami akan mendorong kementrian PU, Kemenhub dan ATR untuk percepatan penyelesaian Pelabuhan Tanjung Carat," tambahnya.
Berdasarkan paparan Pemprov Sumsel, akses jalan dan tambahan perbaikan jalan penghubungnya sekitar 3 km. Dengan membutuhkan anggaran Rp986,9 miliar. Jika infrastruktur sudah terbangun dengan baik dan pelabuhan sudah terbangun dengan baik maka industri akan datang karena aksesnya sudah ada.
"Industri tidak boleh dibangun berdekatan dengan perumahan rakyat, harusnya di kawasan industri khusus," tandasnya.