Nelayan Gresik Mengeluh: Segera Cairkan Bansos!

Peresmian Balai Rukun Nelayan Tirta Buana di Dusun Bangsalsari, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik
Sumber :
  • istimewa

Gresik, VIVA Jatim - Para nelayan di Kabupaten Gresik mengeluhkan bantuan sosial atau bansos yang hingga kini belum cair. Komisi II DPRD Gresik berjanji akan menyampaikan keluhan itu kepada Pemkab.

img_title Respon SK ASN Palsu, Komisi I DPRD Gresik Minta Verifikasi dan Validasi Ulang Seluruh ASN

Keluhan itu disampaikan Ketua Rukun Nelayan Tirta Buana, Ainurrofiq kepasa anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi saat meresmikan Balai Rukun Nelayan Tirta Buana di Dusun Bangsalsari, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kamis, 9 Januari 2025.

Ainurrofiq meminta agar bansos segera disalurkan untuk membantu nelayan karena terdampak musim angin barat yang menghambat aktivitas nelayan dalam mencari ikan.

img_title DPRD Gresik Dorong Penataan Driyorejo, Normalisasi Sungai hingga Relokasi untuk Warga

"Padahal, [mencari ikan) ini adalah satu-satunya sumber mata pencaharian mereka," ujarnya kepada wartawan, Jumat, 10 Januari 2025.

Ia berharap balai RN Tirta Buana menjadi pusat koordinasi dan titik kumpul para nelayan sebelum melaut. 

img_title Ratusan Warga Tulungagung Terima Bantuan Pangan Periode Februari-Maret

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya balai Rukun Nelayan ini," katanya.

Sementara itu, Muhammad Kurdi berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para nelayan. Ia mendesak Pemkab Gresik, melalui Dinas Perikanan, untuk segera mencairkan bansos yang sangat dibutuhkan oleh nelayan.

Meski bersifat temporer, diakui Kurdi, bansos ini tetap sangat penting bagi para nelayan. "Angin barat diperkirakan berlangsung hingga Maret. Bantuan segera disalurkan agar nelayan bisa bertahan," jelasnya.

Kurdi juga mendorong Pemkab Gresik untuk mencari solusi inovatif agar nelayan tetap produktif selama musim angin barat. 

Salah satu usulannya adalah memberikan benih ikan yang bisa dibudidayakan di darat menggunakan teknologi sederhana seperti terpal. Atau bahkan bisa dengan teknologi yang lebih canggih. "Agar dapur nelayan tetap mengepul, meski tidak melaut," pungkasnya.