Pemprov Berkomitmen Sediakan Pangan Berkualitas untuk Masyarakat Jatim

Khofifah Mendampingi Wapres Gibran di Banyuwangi
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen dalam menyediakan dan menjaga kualitas pangan bagi masyarakatnya.

img_title Karhutla di Gunung Bromo Diduga karena Aktivitas Manusia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan skor Indeks Keamanan Pangan Segar Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 mencapai total 80. Terdiri dari lima indikator penilaian antara lain SDM dan Kelembagaan mencapai skor 14, Penjaminan Keamanan Pangan skor 28, perdagangan skor 20, kesehatan masyarakat skor 8, dan kesadaran masyarakat skor 11.

"Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerjasama semua instansi terkait dan lapisan masyarakat di Jawa Timur. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan segar di Jawa Timur tinggi,” ujar Khofifah.

img_title Program Pemutihan Pajak Kendaraan Sepanjang Agustus 2026, Pemprov Jatim Kejar Pendapatan Daerah Rp 297 Miliar

Jawa Timur meraih penghargaan peringkat pertama Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) Tingkat Nasional 2024 dari Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dengan mengungguli Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diterima Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.Diberikan pada peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang digelar di International Convention Center (IICC) Bogor, minggu lalu.

img_title Gerakan Perisai Anak, Cara Khofifah Lindungi Ekosistem Anak di Ruang Digital

Penghargaan tersebut juga menandai peluncuran resmi Indeks Keamanan Pangan Segar (IKPS) sebagai alat ukur nasional dalam menilai tingkat keamanan pangan segar.

Menurut Khofifah, tingginya indeks keamanan pangan Jatim merupakan wujud komitmen Pemprov dan elemen strategis lainnya menyediakan pangan berkualitas untuk masyarakat.

Hal ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur yang memuat strategi dan program Pemerintah Provinsi Jatim dalam meningkatkan keamanan pangan segar. Termasuk di dalamnya penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas produksi, dan perlindungan konsumen.

"Kebijakan yang kami terapkan di Jatim antara lain fokus pada pengawasan Residu Pestisida dan Kimia Berbahaya. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan rutin melakukan pengujian sampel sayur, buah, dan produk segar lainnya di pasar tradisional maupun modern untuk mendeteksi residu pestisida atau logam berat," jelasnya.

Kebijakan tersebut mencakup program "Gerakan Pangan Aman" dengan uji cepat pangan seperti di sentra produksi apel Malang, produksi sayuran di Batu, dan ikan di Lamongan. Selain itu, ada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) berupa pelatihan petani dan sertifikasi GAP untuk komoditas unggulan seperti bawang merah, cabai, dan beras.

Halaman Selanjutnya
img_title