Keris Pemberian Presiden Prabowo Ikut Dipamerkan di Tulungagung
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Tulungagung, VIVA –Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, menggelar Festival Budaya Spiritual (FBS). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian dan apresiasi terhadap warisan budaya spiritual, khususnya simbol-simbol tradisi yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa.
Salah satu agenda utama FBS adalah pameran Tosan Aji, berupa keris dan pusaka dari berbagai jenis dan latar belakang. Koleksi yang dipamerkan berasal dari milik pemerintah desa serta masyarakat adat se-Kabupaten Tulungagung.
Yang istimewa, salah satu keris yang dipamerkan merupakan milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang kini telah diserahkan ke Fadli Zon Library untuk tujuan edukasi budaya.
Staf Khusus Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Basuki Teguh Yuwono menjelaskan bahwa keris yang dipamerkan yang sangat luar biasa.
Yakni dari koleksi para lurah, pejabat-pejabat dari Kabupaten Tulungagung sekaligus milik Menteri Kebudayaan RI atas pemberian presiden.
"Jadi Pak Menteri Kebudayaan memamerkan ada 4, satu diantaranya adalah keris bergaya Bali yang pernah dimiliki oleh Bapak Prabowo Subianto yang saat ini diserahkan di Fadli Zon Library," ujar Basuki Teguh Yuwono di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, Kamis, 10 Juli 2025.
Keris bercorak Bali-Lombok tersebut diprakirakan dibuat pada abad 15. Selain di pamerkan di Tulungagung, juga pernah ditampilkan di beberapa pameran keris baik nasional maupun internasional.
"Kemudian keris yang pernah dimiliki pak presiden berupa keris dari Buleleng Bali," imbuhnya.
Basuki menerangkan tujuan pemberian keris dari Presiden Prabowo ke Fadli Zon Library adalah untuk membangun edukasi lebih jauh terkait dengan budaya perkerisan.
Ia menambahkan koleksi Bapak Menteri Fadli Zon lainnya yang ditampilkan adalah salah satu dari Jambi, yaitu Ki Naga liman. Kemudian koleksi Cakranegara dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pria yang juga sebagai Dosen Prodi Senjata Tradisional Keris ISI Sutakarta ini mengulik filosofi keris sebenarnya sangat sederhana. Apabila bagi seorang laki-laki adalah mencerminkan laki-laki sejati.
Lalu, bagi perempuan adalah perempuan sejati. Sehingga sejatinya manusia hidup itu ada tiga. Pertama rasa tanggung jawab, jiwa ksatria dan senantiasa memiliki rasa hormat kepada leluhur.