Pemprov Jatim Terus Lakukan Modernisasi Pertanian

Penyerahan Bantuan Alat Pertanian
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Tuban, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus melakukan modernisasi pertanian dengan menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada 15 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Senin, 21 Juli 2025.

img_title Revolusi 888: 8 Agustus, Sejumlah Pabrik Gula SGN Capai Rendemen 8 Persen

Bantuan Alsintan yang disalurkan terdiri dari cultivator, traktor roda dua, corn seller mobile, combine harvester besar, dan power thresher multiguna mobile. Alat tersebut dialokasikan kepada Gapoktan dari berbagai kecamatan. Antara lain, Kecamatan Grabagan, Semanding, Soko, Parengan, Rengel, Bangilan, Jatirogo, Kerek, dan Merakurak.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian langkah integral Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam mempercepat transformasi pertanian berbasis mekanisasi, efisiensi, dan produktivitas tinggi guna menjawab tantangan globalisasi, krisis iklim, dan mewujudkan provinsi yang berdaulat pangan. Sekaligus memperkuat sentra pangan strategis Jawa Timur.

img_title Karhutla di Gunung Bromo Diduga karena Aktivitas Manusia

“Modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan. Modernisasi pertanian ini menjadi kunci kedaulatan pangan, Kita butuh pertanian yang efisien, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi desa. Alsintan adalah katalisator penting untuk mencapai hal itu,” ujar Khofifah.

Alsintan, kata Khofifah, menjadi salah satu dari pilar penunjang dalam mewujudkan modernisasi di sektor pertanian. Adapun tiga pilar itu, Efisiensi Budidaya melalui Alsintan dan teknologi presisi; Hilirisasi Pertanian dengan penguatan nilai tambah produk; serta Regenerasi Petani untuk mendorong lahirnya petani milenial.

img_title Program Pemutihan Pajak Kendaraan Sepanjang Agustus 2026, Pemprov Jatim Kejar Pendapatan Daerah Rp 297 Miliar

“Alsintan adalah pintu masuk untuk tiga hal penting ini. Tapi modernisasi tidak cukup dengan alat, kita butuh ekosistem yaitu teknologi, pembiayaan, pendampingan, dan pasar yang terintegrasi,” jelasnya.

Dengan alsintan ini, Khofifah optimistis bahwa produktivitas pertanian di Tuban akan terdongkrak. Terlebih selama 2024, Tuban mencatat produksi padi sebesar 523.067 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 302.030 ton beras.

Jumlah tersebut menempatkan Bumi Ronggolawe ini sebagai salah satu dari lima besar produsen padi tertinggi di Jawa Timur. Selain itu, Tuban juga menjadi produsen jagung terbesar di Jatim dengan total produksi 847.820 ton jagung pipilan kering.

“Pertumbuhan ini adalah bukti kerja keras petani kita yang terus produktif meski dihadapkan pada fluktuasi harga, hama, dan tantangan iklim. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tidak berjalan sendiri,” ungkap Khofifah.

Halaman Selanjutnya
img_title