Kapolres Gresik Imbau Warga Jaga Kondusifitas dan Waspadai Aktivitas Orang Luar
- VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim – Menjaga kondusif wilayah, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menghimbau kepada semua warga agar tidak melakukan aksi atau demo dalam bentuk apapun. Hal itu disinyalir adanya potensi aksi rusuh di beberapa wilayah di Indonesia yang akan disusupi.
"Jangan ada dulu aksi atau perkumpulan, karena pasti di susupi. Bukan untuk melarang beraspirasi, tapi lebih untuk mencegah kegiatan disusupi perusuh. Karena sekali ada demo pasti di ikutin oleh kelompok yang lain. Kami mohon bantuan untuk menjaga keamanan Gresik," ujarnya, Senin, 1 September 2025.
Ia juga menghimbau kepada orang tua di Gresik agar memantau atau mengawasi anaknya agar tidak keluar pada jam malam hari. Hal itu, agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak jelas.
Menghimbau juga semua elemen masyarakat untuk mengenal masing-masing siapa saja orang luar yang masuk ke wilayah Gresik.
"Menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya untuk tidak keluar pada jam malam hari, agar tidak di manfaatkan oleh orang yang tidak jelas," terang AKBP Rovan.
AKBP Rovan melanjutkan, berkaca dari kegiatan gedung Grahadi Surabaya, dimana Gubernur Jawa Timur sudah memberikan bantuan sosial, sudah bertemu tapi masih terjadi kericuhan, hingga pembakaran oleh massa perusuh.
Untuk itu, mengajak warga Gresik agar waspada dan memantau aktivitas pihak luar yang mencurigakan yang bisa memicu kerusuhan di wilayah Gresik.
"Masyarakat sudah pintar, seperti di Wonokromo Surabaya, warga disana ikut membantu menghalau para massa perusuh yang anarkis.
Memantau aktivitas pergerakan penyusup yg berpindah pindah kota. Kami berharap warga Gresik juga demikian, menjaga kondusifitas. Karena Gresik kota industri menjadi pusat perhatian," ungkap Alumnus Akpol tahun 2006 itu.