Petani Garam Sidoarjo Tersenyum Lebar Hasil Panen Raya Melimpah
- VIVA Jatim/Ahaddiini HM
Sidoarjo, VIVA Jatim – Petani garam pesisir timur Desa Tambak Cemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo tersenyum lebar. Pasalnya musim kemarau membawa keberkahan bagi mereka yakni hasil panen garam melimpah, sehingga meraup cuan juga melimpah.
Salah seorang petani garam, Mujiono mengatakan di musim kemarau ini ia mampu memanen garam dalam jangka waktu per 10 hari.
"Sudah sejak 2 bulan lalu saya panen garam. Panennya per 10 hari sekali. Alhamdulillah kemarau ini membawa berkah meski sempat turun hujan tapi tidak jadi halangan untuk produksi dan panen garam," ujarnya kepada VIVA Jatim, Kamis, 11 September 2025.
Ia mengatakan perbandingan panen garam tahun 2024 dan 2025. Di panen tahun sebelumnya, saat musim kemarau turun hujan lebih sering sehingga hasil produksi yang didapat tidak maksimal meski harga tinggi.
Sementara di tahun ini sangat minim turun hujan, sehingga pengaruh kualitas garam lebih bagus dengan hasil yang melimpah.
"Tahun ini kualitas garam yang saya panen lebih bagus dan berlimpah, karena jarang turun hujan, gak seperti tahun lalu," terangnya.
Saat panen Mujiono mampu menghasilkan garam sebanyak 14 ton dalam jangka waktu produksi per 10 hari dari 1 petak lahan berukuran 15 meter kali 25 meter.
"Tiap panen bisa sampai 14 ton dari 1 petak, sementara lahan totalnya ada 4,5 hektar lebih, yang beroperasi ada 14 petak di lahan saya," jelasnya.
Dari panen raya tersebut harga yang dijual bervariatif tergantung kondisi kualitas hasil panen garam.
"Harga hasil panen garam mulai Rp85 ribu sampai Rp100 ribu per sak, tergantung kualitas yang didapat dari hasil panen. 1 sak beratnya 48 kilo," ujarnya.
Mujiono berharap musim kemarau tahun ini lebih panjang agar dapat berproduksi semakin berlimpah.
"Pastinya pingin kemarau ini lebih panjang supaya bisa hasilkan cuan berlebih," pungkasnya.