Pencegahan Stunting Harus Dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

Sosialisasi MBG di Sidoarjo
Sumber :
  • Istimewa

Sidoarjo, VIVA Jatim-Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mengatakan pencegahan stunting harus dimulai sejak masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, masa tersebut merupakan periode krusial dalam menentukan tumbuh kembang anak.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto, Distribusi MBG Terhenti

“Apabila kebutuhan gizi tidak terpenuhi dalam 1000 HPK, maka dampaknya bersifat permanen. Anak berisiko mengalami stunting, gangguan perkembangan otak, dan penurunan kemampuan belajar,” ujar Netty saat sosialisasi MBG di Sidoarjo dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Oktober 2025.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Mereka memiliki peran vital karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat paling bawah.

img_title Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro, Ratusan Masyarakat Dukung MBG Dilanjutkan

Netty mengapresiasi program MBG sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPR, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program MBG disemua daerah.

“Investasi terbaik bangsa adalah pada gizi anak-anaknya. Dengan menjaga 1000 Hari Pertama Kehidupan kita sedang membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh,” tegasnya.

img_title Ratusan Emak-emak Sidoarjo Turun ke Pendopo Minta MBG Jangan Dihentikan

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti, menyebut bahwa MBG adalah langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul dan menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menjadikan program ini sebagai kebijakan nasional yang berkesinambungan.

“Melalui MBG, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga pembelajaran tentang pola makan sehat yang akan membentuk kebiasaan baik sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPR RI berkomitmen mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan efektif dan transparan hingga ke daerah. Program ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang masa depan generasi dan kesejahteraan rakyat.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Mochamad Halim menambahkan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Program ini tidak hanya memberi makan, melainkan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

"Dengan sinergi semua pihak, kita bisa memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal akibat kekurangan gizi,” ucapnya.