Spesialis Maling Pikap L300 di Mojokerto Ditangkap
- M. Lutfi Hermansyah.
Mojokerto, VIVA Jatim-Sanapi (38), spesialis maling mobil pikap L300 di Mojokerto ditangkap polisi. Pria asal Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Pasuruan itu pun dihadiahi timah panas karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, Sanapi beraksi bersama tiga rekannya. Yakni Amiril Mukminin, Basori dan Subur.
Menurut dia, komplotan ini menyasar mobil pikap L300 setiap kali beraksi di beberapa daerah.
“Rata-rata para pemain mengincar L 300 karena penjualannya lebih cepat dan sistem keamanannya tidak terlalu seperti mobil pribadi,” kata Aldhino.
Di Mojokerto, Sanapi dan kawan-kawan menggasak pikap L300 nopol S 9543 NE milik warga Dusun Balonglombok, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Mojokerto, pada 3 November 2025 dini hari. Saat itu, keempat pelaku beraksi dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga nopol N 1219 VN.
“Kebetulan kunci kontaknya menempel. Korban mengalami kerugian Rp 125 juta,” ungkap Aldhino.
Dari komplotan ini, lanjut Aldhino, Amiril lebih dulu ditangkap. Berbakal keterangan Amiril, pihaknya dapat mengindentifikasi Sanapi. Sanapi pun diringkus di sebuah rumah di Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Pasuruan pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Pelaku adalah risidivis kasus yang sama, dia sindikat pencurian L300. Dia itu juga sebenarnya DPO pada kasus sebelum sebelumnya. Tahun lalu rekannya sudah ditangkap dan sekarang dia (Sanapi) tertangkap dengan LP (laporan polisi) yang berbeda,” terang Aldhino.
Dalam aksinya, Sanapi berperan membawa tali tambang untuk mengikat pintu pagar rumah korban, mendorong mobil pikap korban karenakan mepet pagar rumah, berjaga-jaga menggunakan celurit di depan pintu rumah korban dan menghilangkan stiker ciri-ciri mobil hasil curian.
Namun dari penangkapan Sanapi, polisi tak mendapati barang bukti mobil pikap L300 hasil curian. Sebab, telah dijual senilai Rp 30 juta kepada seseorang di daerah Pasuruan.
“Mobilnya sudah terjual Rp 30 juta di daerah Pasuruan. (Penadah) Masih kita dalami,” ujar Aldhino.
Memasuki bulan Ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri, masyarakat diimbau agar lebih waspada. Pasalnya, pada momen ini biasanya tingkat kriminalitas meningkat, khususnya jelang musim mudik lebaran.