Pengakuan Jamaah Umroh Indonesia Saat Perang AS-Israel Vs Iran Pecah
- Istimewa.
Surabaya, VIVA Jatim-Serangan AS-Israel ke Teheran, Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 menandai perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran pecah. Iran pun membalas serangan itu dengan menggempur sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Iran juga menyerang beberapa kota di Israel.
Peperangan membuat situasi di Timur Tengah bergejolak, termasuk di Arab Saudi. Hal ini membuat khawatir tentang keamanan para jamaah umroh.
Salah satu jamaah umroh asal Indonesia, Faiza Fahmi mengaku prosesi ibadah jamaah umroh di Masjidil Haram berjalan sebagaimana mestinya dan lancar-lancar saja. Namun demikian untuk situasi politik di Timur Tengah ia mengakui kurang begitu paham.
"Untuk politik kurang paham, cuman alhamdulillah dengan kejadian yang kemarin alhamdulillah tidak ada masalah. Tidak mengganggu aktivitas ibadah masyarakat muslim yang ada di Masjidil Haram," kata Faizah saat dikonfirmasi dari Surabaya, Sabtu 28 Februari 2026.
Kendati demikian, Faizah meyakini pecahnya perang akan memberikan dampak, terutama pada jadwal penerbangan dari negara-negara teluk seperti Abu Dhabi, Qatar bahkan Riyadh. Kemungkinan besar akan mengalami delay bahkan penundaan penerbangan.
"Cuman mungkin ada sedikit penerbangan yang didaerah Qatar yang tertunda, ada yang delay dari bandara di daerah Qatar. Bandara-bandara teluk mungkin terdampak. Maskapai mungkin juga khawatir, takut ada [Perang] susulan," ujarnya.
Ia meminta kepada seluruh ummat muslim dunia agar mendoakan kelancaran jemaah umroh yang ada di Masjidil Haram. Ia memperkirakan saat ini sudah ada 7 juta sampai 10 juta ummat muslim seluruh dunia yang masuk untuk melaksanakan ibadah umroh.
"Kita mohon doanya semoga ummat muslim dimanapun mereka berada selalu dalam lindungan Allah," pungkasnya.
Amerika Serikat dan Israel memang terlibat ketegangan panas. Eskalasi ketegangan meningkat sejak tahun lalu. Negoisasi antara Iran dan AS mengenai nuklir juga terjadi.
Namun hingga saat ini belum mencapai kesepakatan hingga perang ini pecah. Dalam proses negoisasi tersebut, kedua negara saling memberikan ancaman dan tekanan.
AS telah mengerahkan kapal induknya ke kawasan Timur Tengah beberapa waktu lalu. Ini memberikan tekanan tersendiri kepada Iran.