Harga Telur Ayam Ras di Mojokerto Turun pada Pertengahan Ramadan 2026, Daging Sapi Naik Tipis
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Harga telur ayam ras di pasar tradisional Mojokerto mengalami penurunan pada pertengahan Ramadan 2026. Sementara, harga daging sapi naik tipis.
Hal tersebut berdasarkan hasil pengecekan harga bahan pokok penting (bapokting) oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Mojokerto di Pasar Raya Mojosari, Mojokerto, pada Rabu, 4 Februari 2026. Pengecekan ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan.
Aldhino menuturkan, stok bahan pokok dalam kondisi aman. Secara umum, harga komoditas masih terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan banyak ditemukan harga bahan pokok mengalami penurunan, telur ayam ras.
“Kami menemukan adanya fluktuasi harga yang bervariasi. Terdapat penurunan harga yang cukup signifikan pada komoditas telur ayam ras, dari semula Rp32.000 menjadi Rp28.500 per kilogram,” kata Aldhino.
Menurut dia, tren penurunan harga telur ayam tak lepas dari intervensi yang dilakukan Satgas Pangan Polres Mojokerto pada sebelum dan awal Ramadan.
Satgas juga mencatat adanya kenaikan harga daging sapi, namun tidak signifikan. Yakni, dari Rp 110.000 menjadi Rp115.000/kg.
Sementara itu cabai rawit terpantau masih bertahan di Rp100.000/kg, beras premium Rp14.000/kg, minyakita: Rp15.700/kg, gula pasir Rp16.500/kg, bawang merah dan Putih Rp35.000-Rp40.000/kg, serta cabai merah Rp35.000/kg.
“Keenaikan harga daging sapi dipicu ketidakstabilan harga dari tingkat pemasok (supplier),” ungkap Aldhino.
Ia memastikan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk stabilitas harga. Satgas Pangan juga berencana melakukan intervensi langsung ke tingkat pemasok untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga pada komoditas tertentu.
"Kami juga memberikan imbauan serta edukasi kepada para pedagang untuk tetap mematuhi harga penjualan sesuai HET maupun Harga Acuan Penjualan (HAP),” ujarnya.
“Sosialisasi dilakukan melalui pembagian selebaran dan pemasangan banner informasi di area pasar guna memastikan keterbukaan informasi bagi masyarakat," tutup Aldhino.
Harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan pada bulan ramadan terutama jelang hari raya Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya agar harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.