Jelang Mudik Lebaran, DPRD Jatim Awasi Kinerja PU dan Dishub

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Diana Sasa
Sumber :
  • VIVA Jatim/Toriq

Surabaya, VIVA Jatim – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Diana Sasa mengaku pihaknya akan meningkatkan pengawasan kepada kinerja mitra kerjanya seperti Dinas PU Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Dinas PU SDA menghadapi jelang tradisi mudik 2026.

img_title Kecelakaan di Metatu Gresik, Motor Diduga Oleng Tabrak Mobil, Dua Orang Tewas

Menurut politisi PDIP ini ketiga dinas tersebut memiliki keterkaitan dalam memastikan infrastruktur jalan di Jatim dalam kondisi aman dan nyaman dilalui. Seperti Dinas PU SDA, sistem drainase yang dibawah naungannya berpengaruh pada ketahanan jalan.

“Musim hujan mempercepat kerusakan aspal dan memicu genangan. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa jadi faktor kecelakaan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, tetapi harus memastikan fisik jalan benar-benar siap,” kata Diana, Kamis 5 Maret 2026.

img_title Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik, Ini Kata Wongso Negoro

Sama dengan kedua OPD lainnya, Dinas PU Bina Marga harus memastikan seluruh jalan provinsi dan jembatan dalam kondisi laik fungsi sebelum puncak arus mudik lebaran nanti.

Sementara Dinas Perhubungan kata Diana, perlu menyiapkan rekayasa lalu lintas berbasis data evaluasi tahun lalu, termasuk pembatasan kendaraan berat dan penguatan jalur alternatif. 

img_title Pemotor Asal Ngawi Tewas Tertabrak Truk di Jalan Mojokerto, Begini Kronologinya

Diana mengatakan bahwa, kualitas jalan provinsi harus menjadi prioritas. Masih ditemukannya ruas berlubang, permukaan bergelombang, dan genangan air akibat musim hujan menunjukkan perlunya percepatan penanganan. Kondisi tersebut berisiko tinggi bagi pemudik, khususnya pengguna sepeda motor yang mendominasi arus mudik di Jatim.

Ia menegaskan bahwa evaluasi arus mudik tahun sebelumnya harus menjadi pijakan utama dalam menyiapkan skema tahun ini. Menurutnya, setiap tahun pola kepadatan relatif dapat diprediksi, namun penanganannya sering kali bersifat reaktif.

“Kesiapan infrastruktur bukan sekadar rutinitas tahunan. Kita sudah belajar dari arus mudik tahun lalu, ada antrean panjang di sejumlah jalur strategis dan peningkatan kecelakaan akibat kelelahan serta kondisi jalan yang kurang optimal. Tahun ini tidak boleh terulang,” ujarnya.

Pihaknya, juga mendorong keterbukaan informasi kepada publik terkait titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Dengan data yang transparan, masyarakat dapat mengatur waktu dan rute perjalanan secara lebih aman.

Baginya, mudik adalah momentum kemanusiaan yang harus dijamin keselamatannya oleh negara.

 “Kita ingin Lebaran menjadi momen kebahagiaan, bukan duka karena kelalaian persiapan. Evaluasi tahun lalu harus jadi pijakan perbaikan tahun ini,” pungkas Ketua DPC PDIP Magetan ini.