KUMAIL Desak Pemerintah Keluar dari BOP
- Rachmad Fahrizal Tito.
Surabaya, VIVA Jatim-Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Umat Islam Anti Amerika–Israel (KUMAIL) menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam aksi tersebut, Tampak ratusan orang yang mengenakan pakaian serba hitam, dengan bendera Indonesia, Palestina dan Iran berkumpul di Taman Apsari, Surabaya.
Mereka membawa poster dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus penolakan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP). Mereka berorasi dan juga menampilkan aksi teatrikal.
Kemudian, massa secara bergantian melakukan orasi di panggung yang ada di lokasi tersebut. Mereka menyebut, Amerika Serikat merupakan otak dibalik beberapa konflik di Timur Tengah.
“Kami tegaskan, Amerika Serikat adalah penyokong utama dibalik setiap tetes darah yang tumpah di Palestina, Iran, Lebanon dan Yaman,” kata salah satu orator.
Lalu, aksi tersebut dilanjutkan dengan teatrikal yang menampilkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang duduk bersama sosok berkepala banteng, di panggung.
Kemudian, ada beberapa anak dengan tangan dirantai dan mengalami penyiksaan. Di sisi lain, ada boneka menyerupai jenazah bayi dengan noda merah yang berserakan di dekatnya.
Selanjutnya, massa terlihat membakar boneka berkepala banteng di tengah kerumunan. Mereka meneriakkan kemerdekaan Palestina saat api mulai membesar.
Humas aksi, Mu'adz, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari aksi serentak secara nasional untuk meningkatkan kesadaran publik terkait perjuangan rakyat Palestina.
“Perjuangan rakyat Palestina harus terus disuarakan. Kami meminta masyarakat Indonesia sadar bahwa arogansi kekuatan besar harus dilawan melalui tekanan diplomasi, politik, bahkan ekonomi,” ujar Mu’adz.
Menurut dia, pihaknya mendesak pemerintah Indonesia keluar dari BOP karena dinilai berpotensi menjadi jalan normalisasi hubungan dengan Israel.
“Kami mendesak pemerintah Indonesia bukan hanya meninjau ulang, tetapi keluar dari keanggotaan BOP,” katanya.
Ia menambahkan, aksi ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa penjajahan terhadap Palestina masih terjadi hingga kini.
“Kami ingin mengingatkan bahwa hingga saat ini Palestina belum merdeka dan itu harus menjadi kesadaran bersama,” ujarnya.