Untag Surabaya Gandeng UTHM Malaysia, Fokus Riset dan Pertukaran Mahasiswa Teknik

Untag Surabaya resmi menjalin kerjasama dengan UTHM di bidang teknik.
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) di bidang teknik.

Tambah Profesor, Untag Surabaya Mantap Go Internasional lewat Program S2 dan Double Degree

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026, sebagai langkah memperkuat jejaring internasional perguruan tinggi.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., bersama Deputy Dean Centre of Graduate Studies UTHM, Rahisham Abd Rahman.

Fakultas Tenik Untag Surabaya Gaungkan Spirit Go Asia Lewat Kegiatan Ramadan

Kerja sama ini mencakup sejumlah program strategis, mulai dari penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat lintas negara.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, M.Kom., Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menyebut kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk membawa kampusnya ke level global.

Pakar Untag Surabaya Nilai Telah Terjadi Perang Siber di Timur Tengah

“Ini kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk berkembang di tingkat internasional, khususnya di bidang teknik yang menjadi unggulan kami,” ujarnya.

Supangat menegaskan, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan okumen semata, melainkan akan segera diimplementasikan dalam program nyata. Ia menargetkan dalam lima tahun ke depan, manfaat kerja sama ini sudah dirasakan langsung oleh civitas akademika kedua kampus.

“Kami berkomitmen menjalankan setiap poin kerja sama, mulai dari riset hingga pertukaran akademik,” katanya.

Dari pihak UTHM, Rahisham Abd Rahman menyambut positif kolaborasi ini dan menilai Untag Surabaya sebagai mitra strategis di Indonesia.

“Kami melihat kesamaan visi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di tingkat pascasarjana,” ujarnya.

UTHM juga berencana segera merancang program lanjutan seperti pertukaran mahasiswa terstruktur, riset kolaboratif dengan pendanaan bersama, serta program pengabdian masyarakat lintas negara.

Berdasarkan kesepakatan, LoI ini berlaku efektif mulai 6 April 2026 dengan masa kerja sama selama lima tahun dan dapat diperpanjang.

Fokus kerja sama pada bidang teknik dinilai strategis, mengingat Indonesia dan Malaysia tengah mendorong pembangunan infrastruktur dan pengembangan teknologi.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset, memperluas wawasan akademik, serta mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor pendidikan tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title