Joki UTBK 2026 Terbongkar di Unesa, Diduga Libatkan Komplotan Pemalsu Dokumen

Kampus Unesa.
Sumber :
  • Istimewa.

Surabaya, VIVA Jatim – Praktik perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 kembali terungkap. Kali ini, kasus tersebut dibongkar di Universitas Negeri Surabaya dengan modus manipulasi identitas peserta.

img_title Joki UTBK SNBT 2026 Terbongkar di Surabaya, Peserta Diduga Gunakan Identitas Palsu

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn, mengungkapkan pelaku menggunakan identitas milik orang lain dengan cara mengganti foto pada dokumen resmi.

“Modusnya menggunakan identitas yang dijoki. Namanya tetap nama peserta asli, tetapi fotonya diganti dengan orang yang mengerjakan ujian,” ujarnya, Selasa (26/4/2026).

img_title Unair Siapkan 9.100 Kuota Mahasiswa Baru dengan 3 Jalur Seleksi

Kecurangan ini terungkap setelah panitia melakukan pencocokan data lintas tahun. Dari hasil penelusuran, ditemukan kejanggalan berupa penggunaan foto yang sama dengan identitas berbeda pada pendaftaran tahun sebelumnya.

“Data ini kami bandingkan dengan tahun lalu. Ternyata fotonya sama persis, tetapi namanya berbeda. Ini yang kemudian memicu kecurigaan,” jelasnya.

img_title Siswa Jatim Terbanyak Nasional Diterima PTN 2023, Gubernur Khofifah: Pertahankan Prestasi

Berbekal temuan tersebut, panitia melakukan penelusuran lanjutan hingga memastikan adanya indikasi kuat praktik perjokian. Verifikasi ke sekolah asal peserta juga menguatkan dugaan, karena foto dalam dokumen tidak sesuai dengan identitas asli.

Pelaku sempat mengikuti ujian sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai keterangan. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian.

“Sekarang sedang diproses di kepolisian, sementara ditangani di Polsek untuk pendalaman lebih lanjut,” tambahnya.

Dari hasil sementara, kasus ini diduga melibatkan pemalsuan dokumen seperti KTP dan ijazah. Panitia juga mencurigai praktik ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas karena terjadi di berbagai daerah.

Peserta yang terlibat diketahui mendaftar pada program studi kedokteran di Universitas Negeri Malang, salah satu prodi dengan tingkat persaingan tinggi.