Kebakaran di Kupang Segunting Surabaya, 8 Rumah Terbakar
- DPKP Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kupang Segunting IV, Kelurahan Dr Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Selasa, 21 April 2026. Sedikitnya delapan rumah warga terdampak dalam insiden tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Rokhim mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 12.00 WIB. Tim pemadam langsung diberangkatkan satu menit kemudian dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 12.03 WIB.
“Unit tempur Pos Grudo yang pertama tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.47 WIB, dan proses pembasahan dinyatakan selesai serta kondisi kondusif pada pukul 15.08 WIB,” ujar Rokhim.
Ia menjelaskan, sebanyak 12 unit tempur dan enam unit tim rescue dikerahkan untuk menjinakkan api. Selain itu, bantuan empat unit tangki air dari DLH Kota Surabaya juga turut mendukung proses pemadaman di lokasi.
Menurut data yang dihimpun, kebakaran terjadi di lantai dua sejumlah rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi. Di antaranya rumah milik KS mengalami kebakaran pada lantai dua dengan luas sekitar 3 x 4 meter yang terbakar habis. Sementara rumah SP dan MG juga terdampak pada bagian lantai atas dengan luas terbakar sekitar 2 hingga 3 meter.
Kerusakan lebih luas dialami rumah milik BP yang terbakar hampir seluruh bagian bangunan berukuran 4 x 9 meter. Selain itu, beberapa rumah lain seperti milik HS, SL, U, dan NA turut terdampak dengan tingkat kerusakan antara 20 hingga 30 persen di lantai dua.
Rokhim menambahkan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi sangat sempit. Petugas harus menarik selang sejauh kurang lebih 100 meter dari jalan raya dengan lebar gang hanya sekitar 1 meter.
“Hambatan utama di lapangan adalah akses yang terbatas. Namun berkat koordinasi yang baik, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet lebih luas,” jelasnya.
Sumber air terdekat diperoleh dari Pos Grudo dan kawasan Jalan RA Kartini. Sejumlah instansi turut terlibat dalam penanganan kejadian ini, di antaranya BPBD Kota Surabaya, PLN, Dishub, DLH, kepolisian, serta PMI.