SGN Berkomitmen Terus Tingkatkan Produktivitas
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berkomitmen meningkatkan produktivitas. Hal ini sebagai wujud dukungan terhadap swasembada pangan.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menyampaikan bahwa SGN siap memperkuat peran strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. SGN akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula nasional.
"Ini sebagai bagian dari kontribusi nyata BUMN pangan dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia,” ujarnya saat kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Surabaya.
Kunjungan tersebut adalah momentum untuk mengevaluasi progres program percepatan swasembada pangan, termasuk peningkatan produktivitas, efisiensi industri gula, serta optimalisasi peran holding perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai bagian dari holding perkebunan PTPN, SGN berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya dalam sektor gula sebagai komoditas penting bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan memperkuat sinergi antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan sangat penting, khususnya sektor pergulaan dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dalam arahannya, Amran menegaskan peran strategis BUMN pangan sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.
“Bapak ibu, kenapa kami merasa swasembada telah dicapai itu atas BUMN pangan, PTPN. Kami diberi target oleh Presiden dan diminta laporan secara rutin kepada Bapak Presiden untuk BUMN pangan, karena BUMN pangan yang menjadi motor penggerak,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pertemuan taksasi awal giling Gula Kristal Putih (GKP) Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama seluruh pabrik gula se-Indonesia di Surabaya, produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton. Data yang dihimpun menunjukkan luas areal panen tebu existing nasional mencapai 576.538 hektare.
"Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare. Sedangkan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare," kata Abdul Roni Angkat, Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian.
Sementara itu, rata-rata rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45 persen, mencerminkan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula yang terus mengalami perbaikan.