Sempat Dievakuasi BPBD karena Sesak Napas, Pria Obesitas di Surabaya Meninggal Dunia
- BPBD Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-BT (41), pria obesitas asal Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, yang sempat susah payah dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya usai mengalami sesak napas, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 30 April 2026.
Kabar duka tersebut dibenarkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novianti. Ia memastikan pasien yang sempat dievakuasi petugas pada Rabu, 29 April 2026 malam itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
“Betul, pasien tersebut meninggal dunia hari ini,” ujar Linda dalam pesan WhatsApp saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, BT yang memiliki bobot 160 kilogram itu dievakuasi petugas BPBD Surabaya dari kediamannya di kawasan Kendangsari setelah mengalami sesak napas secara tiba-tiba. Keluarga kemudian meminta bantuan petugas untuk mengevakuasi dan membawa BT ke rumah sakit.
Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 19.28 WIB. Evakuasi dilakukan tim gabungan dari Posko Terpadu Jemursari bersama Tim Gerak Cepat (TGC) Selatan.
“Pasien dalam kondisi sadar saat petugas tiba di lokasi, namun mengeluh sesak napas,” kata Irvan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan medis awal terhadap BT. Tim medis dari TGC Selatan bersama personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Surabaya melakukan pengecekan kondisi pasien sebelum proses evakuasi dilakukan.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, BT terlebih dahulu mendapatkan penanganan awal berupa terapi oksigen guna membantu menstabilkan kondisi pernapasannya.
“Kondisi pasien sebelum dibawa ke Rumah Sakit Ubaya dalam keadaan sadar, mengeluh sesak napas. Selanjutnya diberikan terapi oksigen oleh petugas medis untuk menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu sebelum dievakuasi,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Bobot tubuh pasien yang mencapai ratusan kilogram membuat petugas harus mengerahkan tenaga ekstra untuk memindahkan BT dari dalam rumah menuju kendaraan evakuasi.
Sedikitnya 10 personel dikerahkan untuk mengangkat tubuh BT dari posisi semula ke tandu. Petugas juga harus bekerja ekstra hati-hati agar proses pemindahan berjalan aman.
Setelah berhasil dievakuasi, BT kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ubaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia selang sehari kemudian.