BERPAHALA Soroti Kenaikan Harga Tiket Umroh

Waketum BERPAHLA Yadi Sukardi.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Kenaikan harga tiket pesawat umroh yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai memicu keresahan di kalangan pelaku industri travel umroh dan haji di Indonesia. Sejumlah maskapai dinilai memberlakukan kenaikan harga secara sepihak meskipun pihak travel telah melakukan booking group dan pembayaran down payment (DP).

img_title Di Rakernas, Travel Umroh Bentuk Konsorsium Hadapi Kenaikan Biaya Global

Wakil Ketua Umum BERPAHALA (Bersama Pengusaha Haramain & Wisata Halal), Yadi Sukardi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut mulai memberikan tekanan serius terhadap keberlangsungan bisnis travel umroh di berbagai daerah.

“Kami melihat saat ini banyak travel mulai resah karena adanya kenaikan harga tiket yang dilakukan secara sepihak, padahal travel sudah melakukan booking group bahkan sudah memberikan down payment kepada maskapai,” ujarnya.

img_title Konflik Timur Tengah, 58 Ribu Jamaah Umroh Indonesia Terjebak di Arab Saudi

Menurutnya, kenaikan harga tiket yang terjadi bahkan mencapai hingga Rp5 juta per jamaah. Kondisi tersebut membuat banyak travel berada dalam posisi sulit karena harga paket sebelumnya sudah dipasarkan dan disepakati dengan jamaah.

“Travel akhirnya berada di posisi yang sangat berat. Jamaah sudah closing dengan harga lama, tetapi tiba-tiba muncul kenaikan harga tiket yang cukup signifikan. Ini tentu sangat memberatkan pelaku usaha travel,” tambahnya.

img_title Kabar Gembira, Target Penerbangan Umrah Bandara Dhoho Kediri Januari-Februari 2026

Ia juga menyoroti berbagai alasan yang berkembang terkait kenaikan harga tiket, termasuk isu kenaikan harga avtur. Menurutnya, alasan tersebut tidak sepenuhnya dapat dijadikan dasar utama.

“Alasan harga avtur tinggi tidak sepenuhnya benar, karena avtur di Indonesia juga tidak dibeli langsung dari Timur Tengah. Maka perlu ada transparansi dan komunikasi yang lebih terbuka agar industri travel memahami faktor sebenarnya dari kenaikan harga yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal BERPAHALA, Purnama Qori, menyampaikan bahwa pihak asosiasi telah mengambil langkah konkret untuk menyuarakan aspirasi para pelaku travel.

“BERPAHALA sudah berkirim surat untuk meminta audiensi dengan Kementerian Haji RI dan Komisi VIII DPR RI guna menyampaikan aspirasi anggota-anggota travel terkait kondisi yang sedang terjadi saat ini,” ujarnya.

Selain itu, BERPAHALA juga terus melakukan komunikasi aktif dengan berbagai lintas asosiasi guna membangun sinergi dan mencari solusi bersama bagi keberlangsungan industri umroh nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title