PMII Daruttaqwa Gresik Ajak Ketua DPRD Bersihkan Irigasi Cegah Banjir
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-Pemandangan tak biasa terlihat di saluran irigasi Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Gresik bersama puluhan aktivis mahasiswa dari PMII Atas Langit Daruttaqwa melakukan aksi bersih-bersih di saluran irigasi Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Gresik. Mereka membersihkan tumpukan eceng gondok dan sedimen lumpur yang menyumbat aliran air.
Dengan mengenakan almamater biru-kuning khas PMII, para kader tampak berjibaku mengangkat eceng gondok, memangkas semak belukar, hingga mengeruk lumpur di sepanjang saluran irigasi.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang diinisiasi Pengurus Komisariat (PK) PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik.
Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, aksi bersih-bersih tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian kader PMII terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.
Menurutnya, kader PMII tidak hanya dituntut aktif dalam diskusi dan wacana intelektual, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan ekologis di lapangan.
“Memegang teguh salah satu nilai dasar pergerakan yakni menjaga hubungan harmonis dengan alam atau hablum minal ‘alam, kami mengajak kader dan peserta PKD turun langsung membantu masyarakat membersihkan saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo,” ujarnya, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan eceng gondok dan sedimentasi lumpur selama ini menyebabkan aliran air tidak lancar dan berpotensi memicu banjir saat musim hujan. Selain memperlancar distribusi air, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan kami, aksi ini bisa menumbuhkan kesadaran bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sehingga terhindar dari bencana alam,” kata Hadi.
Sementara itu, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengapresiasi langkah kader PMII yang dinilainya mampu menghadirkan kritik sosial dalam bentuk aksi nyata.
Gerakan seperti itu penting untuk terus dijaga di tengah meningkatnya persoalan lingkungan di wilayah perkotaan dan kawasan industri seperti Kabupaten Gresik.
“Aksi bersih-bersih ini merupakan kritik yang membangun bagi pemerintah. Saya berharap gerakan peduli lingkungan seperti ini tidak berhenti di sini dan terus berlanjut,” ujarnya.